Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Program MBG, Wujud Nyata Kemerdekaan di Bidang Gizi untuk Anak Bangsa

Ilustrasi: Program MBG, Wujud Nyata Kemerdekaan di Bidang Gizi untuk Anak Bangsa--(Foto: Kantor Komunikasi Kepresidenan)

JAKARTA, BELITONGEKSPRES.COM – Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia bukan hanya menjadi ajang seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali cita-cita luhur bangsa.

Pasalnya, kemerdekaan sejati tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, melainkan juga terbebas dari kelaparan, kebodohan, dan ketertinggalan.

Dalam semangat itulah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihadirkan sebagai wujud nyata kemerdekaan di bidang gizi.

Program ini bukan sekadar bantuan makanan, melainkan sebuah investasi strategis bangsa demi masa depan anak-anak Indonesia.

BACA JUGA:MBG Jangkau 7,3 Juta Penerima Per Juli, Pemerintah Targetkan 20 Juta Sebelum 17 Agustus

“Lewat sepiring makan bergizi, negara hadir di ruang kelas, di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan di hati masyarakat,” ujar Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Noudhy Valdryno di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Melalui MBG, jutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh pelosok negeri kini dapat menikmati makanan bergizi setiap hari.

Ryno, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa program ini bukan hanya meningkatkan konsentrasi dan prestasi anak di sekolah, tetapi juga mengoptimalkan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.

Dalam jangka panjang, MBG diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA:Fakta Baru: BGN Pastikan Keracunan Massal Siswa SMPN 8 Kupang Bukan Disebabkan MBG

“MBG adalah investasi terbaik jangka panjang yang bisa dilakukan bangsa Indonesia dan telah diakui oleh berbagai organisasi internasional. School Meals Coalition, misalnya, menilai program ini sangat tepat untuk negara seperti Indonesia,” tegasnya.

Hingga kini, MBG telah menjangkau 8 juta penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga ibu hamil yang terdaftar dalam layanan kesehatan, serta balita yang masuk program Posyandu.

Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN) Ikeu Tanziha menyebut, program ini sudah menunjukkan dampak positif di berbagai daerah. Salah satunya terlihat dari peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) anak-anak dan remaja penerima MBG.

“Hasil pemantauan selama 15 minggu pelaksanaan program di Kota Bogor menunjukkan adanya kenaikan rata-rata IMT menurut umur. Hal yang sama terjadi di Aceh, di mana status gizi siswa sekolah dasar penerima MBG membaik ke arah status gizi yang lebih sehat,” jelas Ikeu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan