Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Kenapa Investor Ritel Kerap Kalah dari Institusi? Ini Strategi agar Gak Jadi Korban Pasar

Ilustrasi - Kenapa investor ritel sering kalah dari institusi? Dan lebih penting lagi, bagaimana cara bertahan dan tetap untung di tengah dominasi pemain besar?-ist/freepik-

BELITONGEKSPRES.COM - Meski jumlah investor ritel di Indonesia terus meningkat, banyak yang masih merasa tertinggal dibandingkan institusi besar. Dari sisi pergerakan harga, keputusan beli-jual, hingga sentimen pasar investor ritel seringkali berada di posisi yang kurang menguntungkan. Lantas, kenapa investor ritel sering kalah dari institusi? Dan lebih penting lagi, bagaimana cara bertahan dan tetap untung di tengah dominasi pemain besar?

Perbedaan Investor Ritel dan Institusi

Investor institusi seperti manajer investasi, asuransi, dana pensiun, dan bank memiliki modal besar, akses data premium, serta kemampuan analisis mendalam. Sebaliknya, investor ritel umumnya individu yang mengandalkan informasi publik dan modal terbatas.

5 Strategi agar Investor Ritel Gak Jadi Korban Pasar

BACA JUGA:Properti Digital Kian Dilirik, Tren Proptech Bikin Investasi Makin Canggih

BACA JUGA:Smart City dan Teknologi Urban: Apakah Layak Jadi Lahan Investasi?

1. Gunakan Data yang Tersedia dengan Cermat

Jangan abaikan indikator teknikal dan data fundamental. Gunakan sumber terpercaya seperti RTI Business, IDX, dan laporan keuangan resmi.

2. Hindari FOMO dan Euforia Komunitas

Banyak investor ritel terjebak membeli saham karena "rame dibicarakan" tanpa analisis yang kuat. Selalu uji validitas informasi, terutama dari media sosial.

3. Fokus pada Saham dengan Fundamental Kuat

Saham yang punya laporan keuangan sehat dan konsisten membagikan dividen lebih aman untuk jangka panjang.

4. Manfaatkan Diversifikasi

Jangan taruh semua dana di satu saham atau sektor. Diversifikasi portofolio bisa mengurangi risiko.

5. Tentukan Tujuan dan Time Frame Investasi

Apakah kamu berinvestasi untuk 3 bulan, 1 tahun, atau 5 tahun ke depan? Tujuan dan jangka waktu akan memengaruhi strategi dan jenis saham yang dipilih.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan