Stok Beras SPHP Dijamin Tersedia hingga Indonesia Timur, Pemerintah Genjot Distribusi Lewat Kopdes
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi (tengah) mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau Koperasi Desa Merah Putih Penfui Timur, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (1/8/2025)-Humas Bapanas-ANTARA/HO
BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah memastikan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjangkau hingga kawasan Indonesia timur. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan, penyaluran ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.
Arief menyampaikan komitmen tersebut seusai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat meninjau aktivitas Koperasi Desa Merah Putih di Penfui Timur, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kami bersama Bapak Menko Pangan memastikan beras SPHP tersedia hingga ke wilayah timur Indonesia,” ujarnya.
Hingga 1 Agustus 2025, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 188,4 ribu ton atau sekitar 12,56 persen dari target nasional 1,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, penyaluran melalui Koperasi Desa Merah Putih mencapai 53,72 ton. Pemerintah terus mempercepat distribusi beras subsidi ini dengan memperluas saluran penyaluran, termasuk melalui ritel modern seperti minimarket berjejaring, tetapi tidak melalui ritel grosir.
Arief menjelaskan, pembelian SPHP dibatasi maksimal dua karung per konsumen, sehingga tidak cocok disalurkan melalui grosir. Ia juga menegaskan bahwa akses ke minimarket tidak hanya ditujukan untuk kalangan menengah ke atas, melainkan untuk seluruh lapisan masyarakat karena jaringan distribusinya yang luas dan mudah dijangkau.
BACA JUGA:Penyaluran Diawasi Ketat, Bulog Pastikan Bantuan Beras Tak Jatuh ke Pelaku Judol
BACA JUGA:Daya Beli Makin Turun, Muncul Fenomena ‘Rohalus’ Usai Rojali dan Rohana Viral
Selain beras SPHP, masyarakat juga dapat mengakses bantuan pangan lainnya melalui Koperasi Desa Merah Putih. Arief berharap keberadaan koperasi ini bisa menjadi pusat aktivitas pro-rakyat dan penggerak ekonomi desa, sesuai arahan Menko Pangan.
Sementara itu, bantuan pangan beras juga telah disalurkan kepada lebih dari 12,5 juta penerima manfaat atau setara dengan 68,4 persen dari total target nasional sebanyak 18,2 juta penerima.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa misi utama Presiden Prabowo Subianto adalah memastikan tidak ada rakyat yang hidup dalam kesulitan, dan pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa. “NTT menjadi prioritas utama. Kunjungan pertama setelah pengumuman seluruh kopdes terbentuk adalah ke sini. Ada salam dari Bapak Presiden: rakyatnya tidak boleh ada yang susah,” tegasnya.
Zulkifli juga mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi katalisator ekonomi rakyat, sekaligus alat pemberantasan tengkulak yang selama ini merugikan petani. Melalui kopdes, masyarakat desa bisa mengakses kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga terjangkau. “Kalau Bulog tidak salurkan beras atau minyak, laporkan ke bupati,” tandas Zulhas. (ant)