Diduga Korban Bullying, Polres Basel Otopsi Jenazah Siswa SD Toboali
Persiapan otopsi jenazah siswa SD Negeri 22 Toboali Kabupaten Basel yang diduga korban bullying--(Ilham/Babel Pos)
TOBOALI, BELITONGEKSPRES.COM - Kasus dugaan perundungan (bullying) yang mengakibatkan meninggalnya siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 22 Toboali, Bangka Selatan, terus didalami pihak kepolisian.
Hari ini, Rabu (30/7/2025), Polres Basel melakukan otopsi terhadap jenazah korban, ZH (10), yang sebelumnya telah dimakamkan di TPU Mayor Munzir, Kecamatan Toboali.
Otopsi jenazah bocah SD tersebut dilakukan dengan menggandeng tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Tindakan ini merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan Polres Basel yang tengah dijalankan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
BACA JUGA:DPRD Babel Adakan Paripurna Pengesahan KUA PPAS Perubahan APBD TA 2025
BACA JUGA:Dugaan Bullying Siswa SD Toboali Berujung Kematian, Pihak Keluarga Resmi Lapor Polisi
"Kami melaksanakan otopsi di lokasi pemakaman tempat korban dimakamkan. Ini penting untuk kepentingan penyelidikan,” ujar Kasi Humas Polres Basel, Iptu Guntur Jaya Budi, dilansir dari Babel Pos, Rabu (30/7/2025).
Ia menegaskan bahwa hasil otopsi akan menjadi acuan penting dalam menentukan arah hukum kasus ini. Pihak kepolisian berkomitmen menangani perkara ini secara profesional dan transparan, sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Sebelumnya, pada Selasa (29/7/2025), penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bangka Selatan telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.
Mereka yang diperiksa di antaranya Kepala Sekolah, guru kelas, wali murid, serta enam siswa yang diduga terlibat dalam aksi perundungan terhadap korban.
BACA JUGA:BKPSDMD dan Inspektorat Basel Investigasi Dugaan Bullying Siswa SD, Ini Pengkuan Kepala Sekolah
BACA JUGA:Siswa SD Meninggal Diduga Akibat Bullying Teman Sekelasnya, Gubernur Babel Kirim Tim Investigasi
Penyelidikan dimulai setelah keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Basel pada Senin (27/7/2025). Laporan itu dilayangkan oleh paman korban, Dhony Dinata, yang juga mengunggah kronologi kejadian melalui akun media sosial Facebook miliknya.
Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa keponakannya meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan di sekolah.