Investasi Indonesia Tembus Target, Prabowo: Ekonomi Kita di Jalur yang Benar
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam acara penutupan Kongres PSI di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, pada Minggu malam (20/7)-ist-
BELITONGEKSPRES.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tidak sedang mengalami krisis seperti yang kerap digambarkan oleh sejumlah pihak. Ia menyebut narasi Indonesia sedang dalam kondisi sulit hanyalah upaya meruntuhkan semangat bangsa. Menurutnya, data terkini justru menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang benar, terutama dalam hal pertumbuhan investasi dan penurunan angka pengangguran.
Berdasarkan laporan yang ia terima dari Menteri Investasi, Indonesia sudah mencapai target investasi yang tertuang dalam APBN 2025 bahkan empat bulan lebih cepat dari yang direncanakan. Hal ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor terhadap prospek ekonomi nasional, sekaligus menguatkan posisi Indonesia sebagai destinasi investasi strategis di kawasan Asia.
Tak hanya itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat klaim tersebut. Angka pengangguran dan kemiskinan absolut disebut terus menurun hingga pertengahan 2025. Capaian ini menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi dan menunjukkan arah pembangunan yang efektif.
Prabowo juga menyoroti hadirnya Dana Investasi Kedaulatan atau Sovereign Wealth Fund yang diberi nama Danantara. Dana ini dikelola untuk menjamin keberlangsungan ekonomi masa depan dan menjaga kekayaan negara bagi generasi mendatang. Saat ini, Danantara disebut telah mengelola aset senilai lebih dari 1.000 miliar dolar AS, menjadikannya sebagai kekuatan baru dalam fondasi ekonomi nasional.
BACA JUGA:Tom Lembong Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun dalam Kasus Korupsi Impor Gula
BACA JUGA:Prabowo Resmikan 80 Ribu Kopdes Merah Putih, Lebih Cepat dari Target Awal
Dari sektor sosial, program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak dan ibu hamil juga disorot dunia internasional. Per Juli 2025, lebih dari 6 juta penerima manfaat telah terlayani, dan jumlah tersebut ditargetkan naik menjadi lebih dari 25 juta pada akhir Agustus.
Capaian ini memperkuat narasi bahwa Indonesia tidak hanya fokus pada stabilitas makroekonomi, tetapi juga pada investasi jangka panjang dan kesejahteraan rakyat. Di tengah tantangan global, pendekatan ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa Indonesia menawarkan stabilitas, keberlanjutan, dan potensi pertumbuhan ekonomi yang solid. (jpc)