Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Pokja Wartawan Belitung Tegas, Tolak Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Jurnalis

Rapat internal di Kantor Pokja Wartawan Belitung guna menyikapi kasus kekerasan yang dialami tiga jurnalis saat meliput di Kecamatan Damar, Beltim-Reza/BE-

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Belitung menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis. Para pelaku juga harus diproses secara hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Pernyataan ini disampaikan usai Pokja Wartawan Belitung menggelar rapat internal guna menyikapi kasus kekerasan yang dialami tiga jurnalis saat melakukan peliputan di wilayah Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Rapat berlangsung di Kantor Pokja Wartawan Belitung dan dipimpin langsung oleh Yudi Ariyanto selaku ketua. Hadir pula dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota serta perwakilan dari lembaga bantuan hukum.

Sebagai tindak lanjut, Pokja Wartawan berencana mengirimkan surat resmi kepada Polres Beltim dengan tembusan kepada Dewan Pers dan Komisi III DPR RI. Tujuannya agar proses hukum terhadap pelaku penganiayaan dapat terus berlanjut dan ditangani secara serius.

BACA JUGA:Identitas 5 Tersangka Penyeroyokan Wartawan di Damar Beltim, Ini Ancaman Hukumannya

BACA JUGA:Kasus Pengeroyokan Wartawan, Polres Beltim Tetapkan 5 Tersangka, 2 Lainnya Diminta Serahkan Diri

Ketua Pokja Wartawan Belitung yang akrab disapa Yudi AB menjelaskan, bahwa salah satu dari tiga wartawan korban kekerasan tersebut merupakan anggota Pokja.

Ketiganya mengalami kekerasan saat meliput di area tambak udang, tepatnya di kawasan Tanjung Batu Burok, Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Beltim. Peristiwa ini juga telah beredar dalam bentuk video di tengah masyarakat.

Yudi AB turut mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan jajaran Satreskrim Polres Beltim dalam menangani kasus pengeroyokan terhadap jurnalis tersebut.

“Kami meminta Polres Beltim untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengungkap aktor intelektual di baliknya. Kekerasan terhadap wartawan adalah bentuk pelecehan terhadap kebebasan pers,” tegasnya.***

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan