Persaingan E-Commerce Kian Ketat, Ini Pilihan UMKM Indonesia di 2025
Ilustrasi E-commerce-ist/freepik-
BELITONGEKSPRES.COM - Persaingan e-commerce di Indonesia kini tidak lagi hanya soal harga dan kemudahan transaksi. Di tengah pertumbuhan pasar digital yang pesat, pertarungan sesungguhnya bergeser ke arah siapa yang paling mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi UMKM dan brand lokal.
Menurut laporan riset Ipsos Indonesia 17 Juli, pelaku UMKM kini semakin selektif dalam memilih platform digital. Mereka mencari ekosistem yang tidak sekadar menjual, tetapi juga mendorong pertumbuhan jangka panjang lewat edukasi, promosi, dan ekspor.
Shopee muncul sebagai platform dengan kontribusi paling nyata dalam memberdayakan UMKM. Sebanyak 66% responden menyebut Shopee sebagai top of mind, dan 70% menjadikannya sebagai kanal utama penjualan mereka.
Tak hanya menyediakan wadah penjualan, Shopee juga unggul dalam membangun visibilitas brand lokal melalui program “Shopee Pilih Lokal”, yang dinilai paling berdampak oleh 56% responden. Program ini mengungguli Tokopedia (20%), TikTok Shop (15%), dan Lazada (7%).
BACA JUGA:5 Cara Meningkatkan Profit dalam Bisnis, Strategi Jitu untuk Usaha Lebih Cuan
BACA JUGA:China Dominasi Pasar EV Dunia, Penjualan Mei 2025 Tembus 1 Juta Unit
Dalam hal edukasi, 57% responden menilai Shopee paling aktif menghadirkan program pendampingan seperti Kampus UMKM Shopee dan Bimbel Shopee. Sementara untuk fitur interaktif, seperti live streaming dan video pendek, 54% responden menilai Shopee sebagai yang terbaik dalam mendorong konversi penjualan.
Kinerja ini sejalan dengan peran strategis UMKM dalam perekonomian Indonesia. Data KADIN menunjukkan, UMKM menyumbang lebih dari 61% PDB dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. E-commerce kini menjadi jembatan penting agar UMKM dapat naik kelas dan merambah pasar lebih luas. (beritasatu)