Indonesia Kebanjiran Investasi Global: Dari Aluminium, AI, hingga Energi Bersih
Oracle-ist-
BELITONGEKSPRES.COM - Indonesia kembali menjadi magnet bagi investor global. Dalam sepekan terakhir, serangkaian pengumuman investasi dari lima perusahaan multinasional memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama investasi strategis di Asia Tenggara. Dari industri aluminium hingga teknologi kecerdasan buatan (AI) dan energi bersih, sinyal pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin terang.
Raksasa Aluminium Tiongkok Alihkan Investasi ke Indonesia
Dorongan dari kebijakan pembatasan produksi di Tiongkok membuat perusahaan-perusahaan logam besar seperti Tsingshan Holding Group, China Hongqiao Group, dan Shandong Nanshan Aluminum mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan aluminium di Indonesia.
Menurut Alan Clark, Direktur Konsultan Logam dari CM Group, Indonesia berpotensi menjadi pusat industri aluminium global dalam lima tahun ke depan. Fasilitas-fasilitas baru ini diperkirakan akan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta mendorong ekspor produk logam olahan ke pasar global.
BACA JUGA:Prabowo Ingin Lebih Banyak Investasi Eropa di Indonesia, CEPA Jadi Terobosan Besar
BACA JUGA:Memulai Investasi Saat Krisis Ekonomi, Cuan Besar atau Bunuh Diri Finansial?
Oracle Bangun Pusat Layanan Cloud Pertama di Batam
Dari sektor investasi teknologi, langkah besar datang dari Oracle, raksasa perangkat lunak dan layanan basis data asal Amerika Serikat. Oracle resmi mengumumkan pembangunan pusat layanan cloud pertamanya di Indonesia yang akan berlokasi di Nongsa Digital Park, Batam, dengan kapasitas awal minimal 120 megawatt.
Investasi ini tidak hanya akan memperkuat ekosistem digital nasional, tetapi juga mempercepat transformasi digital sektor publik dan swasta, sejalan dengan agenda pemerintah menuju kedaulatan data.
Kolaborasi Nvidia dan Indosat Hadirkan Pusat AI Nasional
Transformasi digital Indonesia juga mendapat dorongan baru lewat kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison dan Nvidia. Dalam gelaran Indonesia AI Day, diumumkan rencana pembangunan pusat teknologi AI yang aman dan inklusif, didukung pula oleh Cisco dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Pusat AI ini akan menjadi wadah pelatihan, pengembangan startup melalui program Nvidia Inception, hingga infrastruktur AI berkelas dunia. Targetnya: menjangkau ratusan juta pengguna di Indonesia hingga 2027, dengan komitmen pada keamanan data dan kedaulatan digital.
BACA JUGA:Investasi di Babel, Investor China Siap Gelontorkan Rp10 Triliun Bangun Pelabuhan Internasional
BACA JUGA:BKPM Tetapkan Target Investasi Papua Barat 2025 Tembus Rp14,52 Triliun, Ini Fokusnya
Proyek LNG Abadi Senilai US$19 Miliar Masuki Tahap Krusial
Di sektor energi, perhatian tertuju pada proyek LNG Abadi milik Inpex Jepang senilai US$19 miliar. Menurut laporan Upstream Online, dua perusahaan internasional kini bersaing untuk menggarap desain rekayasa awal (FEED) proyek yang mencakup fasilitas LNG darat dengan kapasitas 9,5 juta ton per tahun serta pasokan gas domestik sebesar 150 juta kaki kubik per hari.
Investasi ini dipandang strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendukung transisi energi jangka panjang.
ACWA Power Dukung Transisi Energi Bersih di Indonesia
Dari sektor investasi energi terbarukan, ACWA Power dari Arab Saudi menandatangani beberapa kesepakatan penting untuk membangun proyek energi hijau di Indonesia. Proyek tersebut mencakup pembangkit listrik tenaga surya, pengolahan air bersih, hingga hidrogen hijau sebagai bagian dari roadmap nasional menuju energi 100% terbarukan pada 2040.