Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

5 Rahasia Singapura Jadi Negara Kaya Raya, Bangkit dari Kemiskinan Tanpa SDA

5 Rahasia Singapura Jadi Negara Kaya Raya, Bangkit dari Kemiskinan Tanpa SDA--(freepik)

BELITONGEKSPRES.COM – Singapura saat ini dikenal sebagai salah satu negara paling kaya dan maju di Asia, bahkan dunia. Namun siapa sangka, negara kecil yang luasnya lebih kecil dari Jakarta ini dulunya adalah kawasan kumuh, miskin, dan tanpa sumber daya alam.

Dalam waktu kurang dari satu generasi sejak merdeka pada 1965, Singapura berhasil melakukan transformasi besar-besaran menjadi negara modern, makmur, dan efisien.

Lalu apa rahasia Singapura hingga bisa lepas dari jerat kemiskinan dan menjelma menjadi pusat perdagangan dan keuangan global? Berikut lima faktor kunci keberhasilan Singapura, sebagaimana dirangkum dari laporan Asia Times.

1. Letak Geografis Strategis Jadi Kekuatan Dagang

Secara geografis, Singapura terletak di jalur perdagangan internasional paling penting di dunia, yaitu di antara Samudera Hindia dan Pasifik. Posisi strategis ini menjadikannya simpul utama lalu lintas kapal-kapal dagang, terutama untuk negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.

BACA JUGA:Ketegangan Memuncak: Rusia Sebut Ada Negara Siap Pasok Senjata Nuklir ke Iran

Selat Malaka, jalur pelayaran terpadat di dunia, berada tepat di samping Singapura. Kapal tanker dan kontainer yang membawa minyak atau barang dari Timur Tengah ke Asia Timur wajib melewati rute ini. Singapura memanfaatkan keunggulan tersebut dengan membangun pelabuhan berteknologi tinggi, zona industri, dan kawasan logistik yang mendukung pertumbuhan ekspor-impor.

2. Stabilitas Politik dan Kepemimpinan Visioner

Keberhasilan Singapura tak lepas dari kepemimpinan kuat Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama yang menjabat selama lebih dari 30 tahun. Ia memimpin People's Action Party (PAP), partai dominan yang membawa arah politik dan ekonomi negara ke jalur stabil.

Model pemerintahan satu partai yang dijalankan secara efisien ini memungkinkan pengambilan keputusan cepat tanpa hambatan politik. Meskipun ada anggapan sebagai pemerintahan otoriter, kestabilan politik yang diciptakan Lee Kuan Yew justru membuka jalan bagi reformasi ekonomi besar-besaran yang mengangkat taraf hidup rakyat.

Berbeda dengan negara-negara lain yang sering terguncang krisis politik, Singapura menawarkan lingkungan yang kondusif dan bebas gejolak bagi dunia usaha.

BACA JUGA:Iran Ancam Serang Negara yang Pasok Senjata ke Israel, Tegaskan Siap Lawan Koalisi Militer

3. Sektor Publik Bersih dan Profesional

Singapura memprioritaskan kualitas sumber daya manusia dalam pemerintahan. Anak-anak muda terbaik dikirim ke luar negeri dengan beasiswa dan diwajibkan kembali untuk mengabdi di sektor publik. Gaji pegawai negeri sipil disesuaikan agar sebanding dengan sektor swasta, sehingga mencegah praktik suap dan korupsi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan