BPKH Limited Minta Maaf Soal Makanan Jamaah Haji: Ini Penjelasan dan Kompensasinya
Petugas layanan konsumsi mencoba makanan siap saji yang akan diberikan kepada jamaah calon haji Indonesia jelang puncak haji di Makkah, Arab Saudi, Senin (26/5/2025)-Andika Wahyu/Spt-ANTARA FOTO
BELITONGEKSPRES.COM - Anak usaha Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), BPKH Limited, menyampaikan permohonan maaf atas kendala layanan konsumsi yang dialami sebagian jamaah haji Indonesia pada 14 Dzulhijah 1446 H di Makkah. Gangguan terjadi usai jamaah menjalani rangkaian puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Kami memahami pentingnya layanan konsumsi sebagai bagian dari kenyamanan jamaah usai puncak haji. Kami mohon maaf atas ketidaksempurnaan yang terjadi,” ujar Direktur BPKH Limited, Sidiq Haryono, di Makkah, Kamis 12 Juni.
Penyebab Gangguan Distribusi Konsumsi
Layanan konsumsi BPKH Limited menggandeng 15 mitra dapur lokal di Makkah. Namun, pada 10–11 Juni, dua dapur mengalami kendala teknis yang menyebabkan keterlambatan dan kekurangan distribusi makanan, hanya mencapai 10.000 paket dari target 20.000 per dapur.
BACA JUGA:Saudi Batal Kurangi Kuota Haji Indonesia 50 Persen, Ini Penjelasan Resmi BPH
BACA JUGA:Raja Salman Hadiahkan 2,5 Juta Mushaf Alquran untuk Jemaah Haji 2025
Sebagai respons cepat, BPKH Limited mendistribusikan makanan pengganti seperti:
- Nasi Bukhari
- Shawarma
- Makanan siap saji (Ready to Eat/RTE)
Namun, pihaknya mengakui upaya tersebut belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi jamaah.
Kompensasi Jamaah: 10–15 Riyal per Waktu Makan
Sebagai bentuk tanggung jawab, BPKH Limited memberikan kompensasi kepada jamaah terdampak sebesar:
- 10 Riyal untuk makan pagi
- 15 Riyal untuk makan siang dan malam
“Kami bertanggung jawab penuh. Evaluasi total sedang dilakukan agar kejadian serupa tak terulang,” tegas Direktur BPKH Limited lainnya, Iman Nikmatullah.
Peran BPKH Limited dalam Haji 2025
BPKH Limited berperan sebagai mitra Kementerian Agama dalam:
BACA JUGA:Tak Perlu Pansus Haji 2025, DPR Minta Perkuat Diplomasi Lewat Badan Haji
BACA JUGA:Menag Minta Maaf atas Kendala Haji 2025, Janji Evaluasi Menyeluruh
- Menyediakan fresh meal dan RTE selama puncak haji
- Menyalurkan bumbu Nusantara untuk dapur katering di Makkah dan Madinah
- Mengelola area komersial hotel jamaah bagi pelaku UMKM Indonesia
- Menyediakan layanan kargo untuk pengiriman barang jamaah ke tanah air
DPR: Harus Ada Kompensasi Layak
Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Satori, mendesak penyelenggara memberikan kompensasi layak atas kegagalan dua dapur dalam pendistribusian makanan.
“Jika gagal memenuhi kebutuhan 20.000 paket, harus ada penggantian setara. Ini menyangkut hak jamaah,” ujarnya.