Kepala PCO Hasan Nasbi Tegaskan Pemerintah Berantas Premanisme, Bukan Ormas
Kepala Kantor Komunikasi Presiden atau President Communication Office (PCO) Hasan Nasbi-Hendro Situmorang-Beritasatu.com
BELITONGEKSPRES.COM - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah bukanlah memberantas organisasi masyarakat (ormas) secara keseluruhan, melainkan menindak tegas oknum-oknum yang melakukan aksi premanisme.
Pemerintah Fokus pada Pemberantasan Premanisme
Pernyataan ini disampaikan Hasan Nasbi sebagai respons atas maraknya tindakan premanisme yang kerap dilakukan oleh individu yang mengaku sebagai anggota ormas. “Pemerintah menargetkan pemberantasan premanisme, bukan ormas,” jelas Hasan saat ditemui di kantor PCO, Jakarta, Senin 25 Mei.
Jangan Samakan Semua Ormas dengan Premanisme
BACA JUGA:BP Haji Evaluasi Layanan Haji 1446 H, Siapkan Perbaikan Musim Haji Berikutnya
BACA JUGA:Kemenag Akan Gelar Rukyatulhilal Awal Zulhijah 1446 H pada 27 Mei 2025
Hasan mengingatkan masyarakat agar tidak menggeneralisasi bahwa seluruh ormas identik dengan premanisme. Ia juga menegaskan bahwa aksi premanisme bisa dilakukan oleh individu maupun kelompok yang tidak terafiliasi dengan organisasi resmi manapun.
Menurut Hasan, ormas memiliki dasar hukum dan legalitas yang jelas. Banyak ormas yang berkontribusi positif bagi masyarakat, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.
“Oleh karena itu, penting membedakan antara organisasi resmi dan oknum pelaku premanisme. Yang ditindak adalah pelaku premanisme, bukan ormas secara keseluruhan,” tegas Hasan Nasbi.
Hasan juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas kepada kementerian terkait dan aparat penegak hukum untuk memberantas premanisme hingga ke akar-akarnya.
“Jika kita terus menggunakan istilah ormas, masyarakat akan menganggap semua organisasi disamaratakan. Padahal sebagian besar ormas tidak melakukan premanisme. Jadi, kita harus tepat dalam menggunakan istilah ‘premanisme’, bukan ‘ormas’,” pungkas Hasan Nasbi. (beritasatu)