Belanja Bansos Tembus Rp43,6 Triliun per April 2025, Pemerintah Fokus Perbaiki Data
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2025 di Jakarta, Jumat (23/5/2025)-Imamatul Silfia-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah telah menyalurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp43,6 triliun hingga 30 April 2025. Angka ini mewakili 32,3 persen dari total pagu belanja bansos yang telah ditetapkan dalam APBN 2025.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal ini dalam konferensi pers rutin APBN KiTa edisi Mei 2025, yang digelar di Jakarta, Jumat 23 Mei.
Ia menjelaskan, penyaluran bansos mengalami kenaikan sekitar Rp4,7 triliun dari bulan sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada akhir Maret 2025, realisasi bansos tercatat Rp38,9 triliun.
Namun demikian, laju akselerasi penyaluran kali ini dinilai lebih lambat jika dibandingkan dengan bulan Maret, yang mencatat kenaikan hingga Rp13 triliun dibandingkan Februari.
Beberapa program mencatatkan kenaikan signifikan, seperti Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang bertambah Rp3,8 triliun, sehingga total realisasi mencapai Rp15,4 triliun dan mencakup 96,7 juta peserta.
BACA JUGA:Menteri PKP Sebut Bank Swasta Mulai Terlibat dalam Penyaluran Pembiayaan Rumah Subsidi
Begitu pula dengan bansos untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang meningkat sekitar Rp700 miliar menjadi Rp7,4 triliun. Bantuan ini telah menjangkau 798,2 ribu mahasiswa.
Sementara itu, tiga program besar lainnya yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Program Indonesia Pintar (PIP), masih stagnan di angka yang sama seperti akhir Maret masing-masing Rp7,3 triliun, Rp10,9 triliun, dan Rp1,5 triliun.
Suahasil mengungkapkan, penyaluran bantuan untuk ketiga program tersebut tertunda karena pemerintah tengah memverifikasi dan memvalidasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Validasi ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi sasaran penerima bansos.
Secara keseluruhan, realisasi belanja negara hingga April 2025 telah mencapai Rp806,2 triliun atau 22,3 persen dari total target APBN. Ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp185,9 triliun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat Rp620,3 triliun.
Untuk belanja pemerintah pusat (BPP), realisasi tercatat sebesar Rp546,8 triliun atau setara 20,2 persen dari target. Rinciannya, belanja melalui kementerian dan lembaga (K/L) mencapai Rp253,6 triliun atau 21,9 persen, sementara belanja non-K/L sebesar Rp293,1 triliun atau 19 persen.
Belanja transfer ke daerah (TKD) pun menunjukkan progres yang baik, dengan realisasi mencapai Rp259,4 triliun atau 28,2 persen dari target.
Di sisi lain, pendapatan negara per April 2025 telah terkumpul sebesar Rp810,5 triliun. Dengan demikian, APBN mencatatkan surplus sebesar Rp4,3 triliun atau sekitar 0,02 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). (antara)