Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Tata Kelola dan Niaga Timah, Syarifah Amelia Sebutkan Hal Ini

Anggota DPRD Babel Syarifah Amalia--(Doddy BE)

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Syarifah Amelia mengatakan tata kelola dan tata niaga timah di Babel harus segera diperbaiki, guna adanya perubahan dan perbaikan kedepannya.

Apalagi, persoalan tata kelola dan tata niaga timah sempat menjadikan provinsi penghasil timah terbesar di Indonesia itu viral dengan kasus korupsi sebesar Rp271 triliun beberapa waktu lalu.

"Tata kelola dan tata niaga timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini tidak berkelanjutan sehingga dampaknya banyak terjadi kerusakan lingkungan," kata Syarifah Amelia kepada Belitong Ekspres, saat reses lalu.

Menurut Syarifah, ia juga Anggota Panitia Khusus Tata Kelola dan Tata Niaga Timah DPRD Babel itu menerangkan Pansus Tata Niaga dan Tata Kelola Timah mendorong agar adanya perubahan dan perbaikan terhadap tata kelola dan tata niaga timah di Babel demi kesejahteraan masyarakat dan mencegah kerusakan lingkungan.

BACA JUGA:Pemdes Kacang Butor Dukung Program Kampung Bebas Jentik

"Kita harus mengakui bahwa faktanya pada hari ini ekonomi masyarakat kita masih sangat tergantung dengan timah," ujar Politisi PPP itu.

Anggota DPRD Babel asal dapil Belitung dan Beltim itu menambahkan, potensi ekonomi timah ini juga masih menjadi andalan dalam menghidupi serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Bangka Belitung.

Namun, ia mengajak masyarakat tidak terus menerus bergantung dengan timah dan mulai melirik potensi ekonomi lain di luar timah. 

"Tapi kita tidak bisa terus menerus tidak mempertahankan lingkungan kita, karena dampaknya kedepan, inilah kita berbicara soal keberlanjutan," katanya.

Selain itu, Syarifah juga mendorong, agar segera dibangun industri hilirisasi bijih timah di provinsi itu baik yang dikelola oleh PT Timah sendiri atau investor swasta, sehingga hasil kekayaan daerah berupa biji timah tersebut tidak dikirim ke luar daerah dan dapat diolah di dalam daerah.

BACA JUGA:Hari Kehati 2025, Kepala DLH Belitung Yasa Berikan Materi

Bahkan, ia menambahkan,Industri hilirisasi timah itu dapat dibangun di kawasan industri Suge (Belitung), kawasan industri Aik Kelik (Belitung Timur), dan kawasan industri Sadai (Bangka Selatan) atau kawasan industri lainnya yang ada di Babel itu.

Sehingga bijih timah tersebut bisa diolah menjadi bahan setengah jadi nantinya.

"Kami sangat berharap agar ada dari PT Timah sendiri atau investor lain yang bisa membangun industri hilirisasi timah di Bangka Belitung," tandasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan