Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Penjualan iPhone Anjlok 50% di China, Huawei dan Xiaomi Melesat

Penjualan iPhone Anjlok 50% di China, Huawei dan Xiaomi Melesat--(ANTARA/Arindra Meodia)

BELITONGEKSPRES.COM – Dominasi merek lokal di pasar smartphone China makin nyata. Apple, yang selama ini menjadi salah satu pemain kuat di Negeri Tirai Bambu, kini harus menghadapi kenyataan pahit: penjualan iPhone terus merosot tajam.

Pada Maret 2025, pengiriman HP dari merek-merek non-China, termasuk Apple, merosot tajam hingga hampir 50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat China bukan hanya pasar terbesar bagi Apple, tetapi juga salah satu pusat produksi utama perangkat mereka.

Berdasarkan data China Academy of Information and Communications Technology (CAICT) yang yang dikutip dari DigiTimes, Senin (19/5/2025), total pengiriman smartphone di China pada Maret 2025 sebenarnya mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,5% secara tahunan. Namun, pertumbuhan ini hampir sepenuhnya didorong oleh merek-merek lokal, sementara pemain global tampaknya semakin terdesak.

Dari total 22,73 juta unit smartphone yang dikirimkan di China bulan lalu, sebanyak 92% di antaranya merupakan produk dari merek China. Angka ini meningkat signifikan sebesar 18,4% dibandingkan Maret tahun lalu.

BACA JUGA:iPhone Lipat Apple Dikabarkan Hadir dengan Kamera Bawah Layar dan Touch ID Samping

Sementara itu, merek non-China — yang mayoritasnya adalah iPhone — hanya menyumbang 1,85 juta unit atau sekitar 8%. Angka tersebut anjlok tajam dibanding Maret 2024, di mana pengiriman merek luar negeri mencapai 3,84 juta unit.

Kondisi ini menegaskan bahwa pangsa pasar Apple terus tergerus oleh produsen lokal seperti Huawei, Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang makin agresif merilis produk dengan fitur premium dan harga kompetitif.

Secara kuartalan, total pengiriman smartphone di China tercatat mencapai 69,67 juta unit pada kuartal pertama 2025, naik 3,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, lagi-lagi, pertumbuhan ini hanya dinikmati oleh merek China yang mencatat kenaikan 9%, sementara merek non-China justru turun drastis lebih dari 25%.

BACA JUGA:Apple Rencanakan iPhone, iPad, dan Kacamata Pintar Baru pada 2027

Laporan keuangan Apple untuk kuartal II 2025 pun mencerminkan kondisi ini. Wilayah Greater China menyumbang 16,8% dari total pendapatan Apple. Namun, secara tahunan, pendapatan dari kawasan ini menurun sebesar 2,3%.

Ini adalah kuartal ketujuh berturut-turut Apple mengalami penurunan pendapatan tahunan di China. Pertumbuhan besar terakhir terjadi pada kuartal I 2022, ketika pendapatan Apple di China sempat melonjak hingga 87,5%.

Tekanan terhadap Apple tidak hanya datang dari persaingan pasar yang ketat, tetapi juga dari ketegangan geopolitik. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China masih berlangsung, dengan pemerintahan Presiden Donald Trump yang mempertahankan tarif impor tinggi terhadap produk-produk dari China. Hal ini memengaruhi strategi bisnis banyak perusahaan teknologi, termasuk Apple.

Berbagai upaya telah dilakukan Apple untuk meningkatkan penjualan iPhone di China, termasuk dengan menawarkan diskon besar-besaran untuk seri iPhone 16 melalui para reseller.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan