Proses Pengunduran Diri 2 Pejabat, Bupati Beltim Pastikan Layanan Pemerintah Tetap Optimal
Proses Pengunduran Diri 2 Pejabat, Bupati Beltim Kamarudin Muten Pastikan Layanan Pemerintah Tetap Optimal-Muchlis Ilham/BE-
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) tengah memproses pengunduran diri dua pejabat tinggi. Namun, Bupati Beltim Kamarudin Muten, menegaskan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kuspianto, telah resmi mundur dari jabatannya. Menurut Bupati, proses administrasi telah selesai dan surat keputusan pemberhentian sudah diterbitkan.
“SK-nya sudah keluar, dan penggantinya sudah kami siapkan,” ujar Bupati Kamarudin Muten kepada Belitong Ekspres pada Kamis (15/5/2025).
Selain Kuspianto, Sekretaris Daerah (Sekda) Mathur Noviansyah juga mengajukan pengunduran diri. Meski belum sepenuhnya rampung, Bupati Beltim menyebut proses administrasi untuk pengunduran diri Mathur tengah berlangsung sesuai aturan.
BACA JUGA:Instruksi Presiden Tentang Koperasi Desa Direspons Beltim, Wabup: Ini Demi Kesejahteraan Rakyat
BACA JUGA:Soal Koperasi Merah Putih di Desa, Wabup Beltim: Jangan Sekadar Administratif
“Semua kita jalankan sesuai prosedur. Pemerintahan tetap berjalan, tidak ada yang terganggu,” tegas Kamarudin Muten.
Ia menekankan bahwa keputusan pengunduran diri dua pejabat ini murni atas kehendak pribadi, tanpa tekanan dari pihak luar.
“Saya sudah sampaikan dari awal, fokus kita membangun Belitung Timur. Kalau ada yang tidak bisa bekerjasama, silakan mundur. Bahkan Kuspianto sudah tiga kali mengajukan pengunduran diri,” ujarnya.
Terkait Sekda, Bupati yang akrab disapa Afa itu juga menyoroti pentingnya etika dalam menjalankan tugas pemerintahan.
BACA JUGA:2 Pejabat Beltim Mundur, Bupati: Itu Pilihan Pribadi, Pemerintahan Tetap Jalan
BACA JUGA:Sekda Beltim Ajukan Pengunduran Diri, Pilih Fokus ke Jabatan Fungsional
“Kapasitas kerja penting, tapi etika juga harus dijunjung. Saya hanya ingin bekerja dan menjalankan 11 program prioritas dalam RPJMD. Siapa pun yang tak mampu mengikuti pola kerja tersebut, berarti memang tidak siap bekerja,” tegasnya.
Dengan sikap tegas namun terukur, Bupati Afa menunjukkan bahwa dinamika dalam birokrasi tak menghambat jalannya pelayanan publik di Belitung Timur.***