Apindo: Premanisme Ormas Ganggu Iklim Usaha dan Investasi
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani-Monique Handa Shafira-Beritasatu.com
BELITONGEKSPRES.COM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti maraknya aksi premanisme yang dilakukan oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan dampaknya terhadap iklim usaha di Indonesia.
Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menyebut tindakan tersebut sangat meresahkan karena mengganggu keberlangsungan bisnis dan melemahkan minat investasi.
“Aksi-aksi premanisme seperti pungutan liar dan intimidasi tidak hanya merugikan pelaku usaha secara finansial, tetapi juga mematikan ribuan potensi lapangan kerja serta memukul ekosistem usaha secara keseluruhan,” ujarnya, Minggu 11 Mei.
Shinta menjelaskan, ketika investasi terhambat atau bahkan dibatalkan, efek berantainya akan dirasakan di berbagai sektor, mulai dari rantai pasok, logistik, konstruksi, hingga UMKM lokal. Menurutnya, fenomena ini telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi daerah.
BACA JUGA:PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
BACA JUGA:Prabowo Instruksikan Menhut Tanam 300 Ribu Ha Pohon Aren untuk Kejar Swasembada Pangan dan Energi
Sebagai respons, para pengusaha kini mulai menyusun strategi perlindungan, termasuk mempererat koordinasi dengan aparat keamanan, melibatkan masyarakat lokal dalam ekosistem bisnis, serta mendorong upaya advokasi yang lebih masif ke pemerintah pusat dan daerah.
Namun, Shinta menegaskan bahwa upaya melawan premanisme tidak bisa hanya dibebankan kepada pelaku usaha. Ia menilai ini adalah persoalan ketertiban umum dan supremasi hukum yang harus disikapi serius oleh negara.
“Perlu tindakan tegas, konsisten, dan terstruktur dari aparat serta pemerintah daerah agar dunia usaha bisa berjalan tanpa tekanan, dalam iklim yang kondusif dan berkeadilan,” pungkasnya. (beritasatu)