Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Menyatukan Pasukan 'Pengawal' untuk Swasembada Pangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan penguatan kepada penyuluh pada Rapat Koordinasi Nasional bersama 37 ribu Penyuluh Pertanian secara luring dan daring di Jakarta, Sabtu (26/4/2025)-Harianto-ANTARA

Ribuan penyuluh berbalut kemeja putih bersatu dalam tekad mengawal petani menuju swasembada pangan, sesuai dengan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Siang itu, tua dan muda duduk berdampingan di bawah tenda-tenda besar, membentang luas di halaman Kantor Kementerian Pertanian. Mereka membaur tanpa sekat demi mengukir semangat baru dan siap mengisi setiap sudut desa dengan kerja keras dan dedikasi.

Mereka bukan lagi prajurit daerah, melainkan pasukan nasional, resmi menjadi bagian keluarga besar Kementerian Pertanian yang kini dibina langsung di tingkat pusat.

Hal itu tertuang dalam Inpres Nomor 3 Tahun 2025, bahwa penyuluh pertanian kini langsung berada di bawah arahan Kementan sebagai ujung tombak percepatan swasembada pangan.

BACA JUGA:Haji Ilegal dan Bahaya Jalan Pintas dalam Ibadah

Tak ada lagi sekat antara pusat dan daerah; para penyuluh kini berbaris dalam satu komando untuk satu visi besar, menjadikan Indonesia mandiri dalam pangan.

Perubahan besar ini disambut gegap gempita.Para penyuluh siap mengemban amanah, mengangkat produktivitas pangan dari desa hingga pelosok negeri.

Sebanyak 5.000 penyuluh hadir langsung di Jakarta, sedangkan 32.000 lainnya mengikuti arahan dari berbagai penjuru Nusantara, semua menyimak taktik baru yang membawa harapan baru pula bagi pertanian Indonesia.

Kementerian Pertanian kini menjadi rumah bagi para penyuluh; sebuah rumah yang memanggil mereka untuk membangun negeri melalui sawah, ladang, dan kebun petani kecil.

Tidak lagi sekadar mengawal masa tanam dan panen, penyuluh kini didorong aktif mengawal serapan hasil pertanian, memastikan harga tetap stabil untuk kesejahteraan petani.

BACA JUGA:​Hari Buku Sedunia: Membaca untuk Menyembuhkan

Mereka siap menjadi pasukan perubahan, membuktikan bahwa keberhasilan pertanian Indonesia lahir dari kerja keras, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah.

Ujung tombak

Penyuluh pertanian menjadi elemen penting dalam pembangunan sektor pertanian, bekerja di lapangan langsung mendampingi petani dari awal musim tanam hingga masa panen. Mereka menjadi ujung tombak keberhasilan swasembada.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono berkali-kali menyebut mereka sebagai garda terdepan yang siap bergerak, memastikan panen tak sekadar selesai tapi juga gabah petani terserap dengan harga pantas sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan