Rosan Roeslani: Bukan LG yang Mundur, Justru Indonesia yang Putuskan Investasi
Chief Executive Officer Rosan Roeslani memberikan paparan saat perkenalan struktur pengurus Danantara di Jakarta (24/3/2025)-Salman Toyibi-Jawa Pos
BELIOTNGEKSPRES.COM - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani meluruskan kabar miring soal mundurnya konsorsium LG asal Korea Selatan dari proyek kendaraan listrik senilai USD 9,8 miliar. Menurut Rosan, justru Indonesia yang lebih dulu mengambil keputusan untuk menghentikan kerja sama tersebut.
“Jadi bukan mereka yang mundur. Justru dari pihak kita yang memutuskan,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu 23 April malam.
Keputusan itu, lanjut Rosan, didasari oleh surat resmi dari Kementerian ESDM tertanggal 31 Januari 2025. Penyebab utamanya: negosiasi yang terlalu lama dan tak kunjung tuntas.
“Kita ingin proyek EV ini berjalan cepat dan efisien. Tapi negosiasi dengan LG sudah makan waktu lima tahun, terlalu panjang,” tegasnya.
BACA JUGA:Sri Mulyani Kaji Skema Pendanaan Koperasi Desa Merah Putih untuk Ekonomi Pedesaan
BACA JUGA:Menkeu Sri Mulyani Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5 Persen pada 2025
Sebagai informasi, kerja sama dengan LG dimulai sejak 2020, mencakup empat proyek joint venture (JV). Salah satu yang sudah terealisasi adalah proyek JV keempat senilai USD 1,1 miliar di sektor baterai sel.
Meski LG tak lagi terlibat, Rosan memastikan proyek tetap berjalan. Kini, posisi LG akan diisi oleh perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huayou, yang dinilai lebih siap secara teknis dan komitmen investasi.
“Huayou akan menggantikan posisi LG, nilainya tetap sama yaitu USD 9,8 miliar. Jadi tidak ada yang berubah dari total investasinya,” jelas Rosan.
Dengan masuknya Huayou, pemerintah berharap transisi menuju kendaraan listrik nasional bisa melaju lebih cepat tanpa hambatan negosiasi berlarut-larut. (jawapos)