Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Menteri Bahlil Sebut Huayou Asal Tionkok Gantikan LG di Proyek EV Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menyampaikan keterangan seusai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/4/2025)-Andi Firdaus/aa-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa proyek pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) dalam skema Indonesia Grand Package tetap berjalan meski LG Energy Solution mundur dari sebagian proyek tersebut.

Posisi LG kini digantikan oleh perusahaan asal Tiongkok, Huayou, yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia.

“LG telah digantikan oleh mitra strategis dari China, yaitu Huayou, bersama BUMN kita,” ujar Bahlil, dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu 23 April.

Bahlil menjelaskan bahwa pergantian mitra investasi merupakan hal yang lumrah dalam proyek-proyek besar berskala internasional. Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah memastikan kelanjutan proyek berjalan sesuai rencana, tanpa gangguan berarti.

BACA JUGA:Menteri ESDM Tegaskan Proyek Baterai EV Indonesia Tetap Jalan Meski LG Mundur

BACA JUGA:LG Mundur dari Proyek Rantai Pasok Baterai EV di Indonesia, Apa Penyebabnya?

“Yang terpenting adalah seluruh mitra tetap berkomitmen. Pemerintah hadir untuk memastikan proses transisi berjalan mulus. Proyek ini sudah berjalan, beberapa bagian sudah mulai produksi, dan sisanya akan terus kami kawal hingga tuntas,” ujarnya.

Skema Indonesia Grand Package sebelumnya merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan LG Energy Solution pada 18 Desember 2020. Inisiatif ini mencakup pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik secara terintegrasi, mulai dari penambangan bahan baku hingga produksi sel baterai.

Sebagai bentuk komitmen, Presiden Joko Widodo pada 3 Juli 2024 telah meresmikan pabrik sel baterai EV pertama di Indonesia yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Pabrik tersebut merupakan kolaborasi antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution melalui perusahaan patungan PT HLI Green Power, dan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Namun demikian, menurut laporan Yonhap 18 April, konsorsium Korea Selatan yang dipimpin LG terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LX International Corp, dan mitra lainnya memutuskan untuk menarik sebagian investasi senilai sekitar 11 triliun won (sekitar Rp130,7 triliun).

Langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan dinamika baru dalam industri kendaraan listrik global, termasuk perlambatan permintaan atau yang dikenal sebagai "EV valley".

Meski demikian, LG menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan proyek yang telah berjalan di Indonesia, seperti pabrik HLI Green Power, yang merupakan hasil kerja sama dengan Hyundai Motor Group. (antara)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan