Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BNN Perluas Akses Layanan Rehabilitasi dengan Program IBM

BNN menggelar acara pelatihan peningkatan kemampuan bagi para pendamping agen pemulihan, di Jakarta, Senin (21/4/2025)-BNN RI-ANTARA/HO

BELITONGEKSPRES.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) meningkatkan aksesibilitas layanan rehabilitasi melalui pembentukan layanan rehabilitasi berbasis komunitas yang dikenal dengan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Deputi Rehabilitasi BNN, dr. Bina Ampera Bukit, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menghadapi tingginya prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia, yang mencapai 1,73 persen, atau sekitar 3,3 juta jiwa dari populasi usia 16-64 tahun.

"IBM pada dasarnya merupakan pelayanan yang disediakan oleh masyarakat, untuk masyarakat, dan dari masyarakat," ungkap dr. Bina dalam pelatihan peningkatan kemampuan bagi pendamping agen pemulihan di Jakarta pada Senin 21 April, seperti yang dikonfirmasi pada Selasa.

Dia menambahkan bahwa para agen pemulihan yang menjadi garda terdepan dalam program IBM akan mendampingi penyalahguna narkoba dengan rehabilitasi tingkat ringan. Untuk kasus dengan tingkat ketergantungan yang lebih parah, agen pemulihan akan melakukan rujukan berdasarkan hasil asesmen.

BACA JUGA:3 Hakim PN Surabaya Dituntut 9 hingga 12 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Pembebasan Ronald Tannur

BACA JUGA:Jokowi Persiapkan Langkah Hukum Atasi Dugaan Ijazah Palsu yang Menyeret Namanya

Bina mengutip hasil penelitian dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 2020 yang menunjukkan bahwa IBM terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi perubahan pada individu dan menurunkan frekuensi penggunaan narkoba.

"Tugas BNN dalam rehabilitasi mirip dengan pencegahan tersier, yaitu untuk memastikan klien tidak berkembang lebih parah," jelas Bina.

Dengan keterbatasan anggaran untuk melatih seluruh agen pemulihan di seluruh Indonesia, BNN mengadopsi strategi untuk melatih para pendamping agen pemulihan yang akan menjadi ujung tombak dalam pelatihan di tingkat daerah.

"Pendamping ini akan dilatih terlebih dahulu dan selanjutnya mereka akan melatih agen pemulihan di daerah masing-masing," tambahnya.

Dr. Bina berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang memadai kepada para pendamping, sehingga mereka dapat memberikan pelatihan yang efektif kepada agen pemulihan. Dengan demikian, layanan rehabilitasi berbasis komunitas melalui IBM dapat berjalan dengan baik dan menjangkau lebih banyak penyalahguna narkoba, terutama mereka yang berada dalam tahap percobaan atau ketergantungan ringan.

"IBM ini menjadi salah satu keunggulan BNN dalam meningkatkan talking point," kata Bina.

Dengan dimulainya pelatihan peningkatan kemampuan pendamping agen pemulihan angkatan ketiga ini, BNN menunjukkan komitmennya untuk memperluas jangkauan layanan rehabilitasi dan mengurangi prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Dia berharap sinergi antara BNN, pendamping, dan agen pemulihan dapat menciptakan perubahan positif dan mewujudkan Indonesia yang bebas narkoba. (antara)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan