'Artificial Intelligence' dalam Pusaran Intelektual Pelajar
Ilustrasi buatan AI, bebas hak siar-antons-ChatGPT
Lebih jauh lagi, AI juga mendorong berkembangnya metakognisi, yaitu kemampuan untuk berpikir tentang cara berpikir. Ketika pelajar menggunakan AI, mereka tidak hanya menerima jawaban, tetapi juga perlu mengevaluasi, mengkritisi, dan memodifikasi hasil tersebut. Proses ini justru meningkatkan kesadaran kognitif dan kemampuan reflektif.
Dalam konteks ini, AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mengajarkan bagaimana bertanya. Ini merupakan pergeseran yang signifikan dari pedagogi tradisional yang berfokus pada jawaban menuju pedagogi yang berfokus pada pertanyaan. (antara)
Oleh: Alfan Khairul Ichwan, adalah Koordinator Kaderisasi PP IPNU