Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Membangun Kedaulatan Karakter di Era Dominasi Algoritma Digital

Ilustrasi: Membangun Kedaulatan Karakter di Era Dominasi Algoritma Digital--(Antara)

Keenam, menjaga kebersihan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Kebiasaan ini membentuk kesadaran yang juga tercermin di ruang digital, di mana anak lebih selektif terhadap konten negatif dan “sampah informasi”.

Ketujuh, istirahat tepat waktu menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan hidup. Tanpa gangguan notifikasi, anak mendapatkan pemulihan optimal yang penting bagi perkembangan otak dan kesehatan mental.

Pada akhirnya, tujuh kebiasaan ini bukan hanya pelengkap kebijakan pembatasan gawai. Ia merupakan inti dari strategi besar dalam membangun generasi yang mampu mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan olehnya.

BACA JUGA:Mendidik Generasi Digital tanpa Kehilangan Arah Belajar

Solusi: Sinergi Rumah dan Kebijakan

Membangun 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di tengah gempuran digital membutuhkan langkah yang taktis dan berkelanjutan. Peran sekolah saja tidak cukup, keluarga harus menjadi garda terdepan dalam pembiasaan karakter.

Sinergi antara rumah dan sekolah menjadi kunci agar nilai-nilai 7 KAIH tidak berhenti di ruang kelas. Kolaborasi ini memastikan kebiasaan baik terus hidup dalam keseharian anak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Pendekatan literasi perlu ditekankan sebagai proses pemahaman, bukan sekadar larangan. Orang tua dan guru harus mampu menjelaskan bahwa pembatasan gawai adalah upaya membuka ruang bagi potensi anak untuk berkembang optimal.

Keteladanan menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Upaya membangun karakter akan kehilangan makna jika orang tua masih larut dalam penggunaan gawai di hadapan anak tanpa kontrol.

Selain itu, ekosistem yang mendukung harus dihadirkan secara nyata. Sekolah perlu menjadi ruang interaksi sosial yang hidup, di mana aktivitas kolaboratif dan eksploratif lebih menarik dibanding sekadar interaksi dengan layar.

Generasi Emas 2045 tidak boleh tumbuh dalam dominasi algoritma yang menjauhkan dari nilai luhur bangsa. Mereka harus dibentuk melalui pembiasaan positif, disiplin yang konsisten, serta kehadiran negara melalui regulasi digital yang berpihak pada tumbuh kembang anak.

Harapan besar itu kini semakin konkret. Melalui sinkronisasi kebijakan Komdigi dan implementasi 7 KAIH, Indonesia tengah menyiapkan generasi masa depan yang adaptif terhadap teknologi, namun tetap kokoh dalam karakter dan jati diri.

*) Ferry Yudi Antonis Saputro SHI MPdI CSTMI, Guru di SMP Negeri 16 Surabaya

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan