Pancasila 5.0: GenEtika Nusantara di Era Simulakra
Sejumlah peserta mengikuti Karnaval Pancasila di Denpasar, Bali, Minggu (1/6/2025). Karnaval Pancasila diikuti puluhan peserta dari berbagai paguyuban tersebut digelar untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan memperkuat toleransi dalam menjaga keberaga-NYOMAN HENDRA WIBOWO-ANTARA FOTO
Hari ini, kita bukan hanya memperingati kelahiran Pancasila, tapi membidani kelahiran barunya. Dalam bahasa genetik, dalam sistem digital, dalam bentuk diplomasi budaya, dan dalam laku harian masyarakat.
BACA JUGA:Ragam Robot di China
Tugas kita bukan membekukan Pancasila dalam keabadian simbolik, tetapi memastikan ia terus berdenyut sebagai jiwa zaman. Ia adalah benih nilai yang tumbuh dari akar leluhur, dan kini bersiap menjulang menjadi pohon peradaban masa depan.
Selama Pancasila hidup dalam nalar, nurani, dan tindakan kolektif bangsa, Indonesia bukan sekadar akan bertahan, melainkan bangkit sebagai poros kemajuan global.
Pancasila adalah kode genetik Nusantara. Masa depan adalah manifestasi luhur dari nilai-nilai itu yang menjelma dalam teknologi, budaya, dan kebijakan dunia. (antara)
Oleh: Dokter Dito Anurogo MSc PhD
Alumnus PhD dari IPCTRM TMU Taiwan, dosen FKIK Unismuh Makassar, peneliti di Institut Molekul Indonesia, penulis-trainer profesional berlisensi BNSP, reviewer puluhan jurnal internasional-nasional