Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Rekrutmen Akpol 2026, Polri Kedepankan Prinsip BETAH dalam Seleksi

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir memberikan keterangan pers tentang rekrutmen Akpol 2026 di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa (7/4/2026)-Nadia Putri Rahmani-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Polri memastikan proses rekrutmen taruna dan taruni Akademi Kepolisian tahun anggaran 2026 berjalan dengan mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis atau BETAH. Hingga saat ini, tercatat 7.988 orang telah mendaftar secara daring.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir menyampaikan, dari total pendaftar tersebut sebanyak 5.432 peserta telah lolos verifikasi dan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya yang kini memasuki pemeriksaan administrasi.

"Sebagaimana yang ditekankan oleh Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bahwa rekrutmen terpadu Polri tetap mengedepankan prinsip-prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis," kata Johnny di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, prinsip bersih berarti seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, jujur, dan adil serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. 

BACA JUGA:Penerimaan Polri 2026 Membludak di Belitung, 99 Peserta Lolos Rikmin Awal

BACA JUGA:Formasi CPNS 2026 Lebih Selektif, Begini Mekanisme Seleksi Terbaru

Sementara itu, transparansi diwujudkan melalui keterbukaan proses dengan melibatkan pengawasan dari unsur internal maupun eksternal.

Adapun akuntabilitas memastikan seluruh tahapan dan hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pendekatan humanis diterapkan dalam setiap tahapan seleksi dengan sikap ramah, santun, dan menghormati hak asasi manusia.

Johnny menegaskan bahwa rekrutmen taruna dan taruni Akpol merupakan bagian dari investasi jangka panjang Polri dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan institusi.

Polri juga terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan di lembaga kepolisian, termasuk di Akpol, guna memperkuat karakter serta menghapus praktik kekerasan, terutama dalam hubungan antara senior dan junior.

"Sejak reformasi 1998, Polri telah mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemampuan komunikasi, serta pendekatan pelayanan yang humanis," ujarnya.

Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai upaya membangun sumber daya manusia unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (antara)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan