Logistik Haji 2026 Mulai Dikirim, Garuda Angkut 15 Ton Makanan
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menerbangkan sedikitnya 15 ton pendistribusian logistik berupa makanan nusantara Ready To Eat dan bumbu pasta untuk memenuhi kebutuhan logistik jamaah haji tanah air di Jeddah, Arab Saudi-Garuda Indonesia-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Garuda Indonesia mulai mengirimkan logistik haji 2026 dengan total awal 15 ton makanan siap saji dan bumbu nusantara ke Jeddah, Arab Saudi. Pengiriman ini menjadi bagian dari total distribusi 230 ton logistik untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia.
Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim menjelaskan, pengiriman tahap awal dilakukan melalui dua penerbangan sebagai bagian dari rangkaian distribusi logistik yang berlangsung dalam dua periode.
"Melalui sinergi tersebut, Garuda Indonesia secara bertahap akan mengirimkan sebanyak 230 ton yang terbagi dalam 2 periode yaitu pada 2 – 6 April 2026, kemudian pada 17-30 April 2026 baik ke Jeddah maupun Madinah," ujar Reza dalam keterangannya.
Ia menegaskan, pengiriman makanan siap saji dan bumbu pasta ini merupakan bagian penting dalam mendukung kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah haji, terutama dalam pemenuhan konsumsi yang sesuai dengan selera nusantara.
"Kami juga memahami bahwa kesuksesan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh aspek transportasi udara semata, tetapi juga melalui kesiapan ekosistem pendukung termasuk ketersediaan konsumsi yang layak dan bercita rasa nusantara bagi para jemaah di Tanah Suci," jelasnya.
BACA JUGA:RI Antisipasi Kenaikan Biaya Penerbangan Haji, Dahnil Temui Wamenhaj Saudi
BACA JUGA:Menhaj: Haji 2026 Sesuai Jadwal, Jamaah Masuk Asrama 21 April, Berangkat 22 April
Pengiriman perdana logistik ini dilakukan menggunakan pesawat Boeing 777-300ER dengan nomor penerbangan GA 980 yang lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 11.45 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz pukul 17.40 waktu setempat.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph menyebutkan bahwa persiapan operasional haji terus dimatangkan menjelang keberangkatan jamaah yang dijadwalkan mulai 22 April 2026.
Ia menambahkan, Garuda Indonesia juga memastikan kesiapan distribusi koper jamaah serta kondisi armada pesawat agar tetap laik terbang selama operasional haji berlangsung.
Di sisi lain, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Prof Jaenal Effendi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan haji.
"Tentu ini membutuhkan dukungan dan kerja sama dari lembaga lintas sektor mulai dari Pemerintah, operator penerbangan, operator logistik, dan layanan pendukung dalam pelaksanaan haji," ujarnya.
Dengan pengiriman logistik ini, pemerintah dan pelaku industri berupaya memastikan kebutuhan dasar jamaah terpenuhi, sekaligus memperkuat ekosistem layanan haji yang lebih terintegrasi dan berkualitas. (antara)