Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Mensos Siapkan Penebalan Bansos untuk Jaga Daya Beli di Tengah Isu BBM

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjawab pertanyaan pewarta terkait beberapa isu selepas pertemuan terbatas dengan BPJS Kesehatan dan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) di Jakarta, Selasa (31/3/2026)-M Riezko Bima Elko Prasetyo-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan pemerintah tengah menyiapkan skema penebalan bantuan sosial sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah isu penyesuaian harga bahan bakar minyak.

Ia menegaskan Kementerian Sosial siap menyesuaikan kebijakan bantuan sesuai arahan Presiden yang akan diputuskan melalui rapat koordinasi lintas kementerian.

"Ya kita tunggu aja dulu ya. Nanti itu kan dirapatkan secara khusus, dan Kementerian Sosial tentu akan menyesuaikan dengan kebijakan yang diambil oleh Presiden melalui kementerian-kementerian yang telah ditunjuk untuk itu," kata Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Skema yang disiapkan mencakup dua opsi utama. Pertama, peningkatan nilai bantuan bagi keluarga penerima manfaat yang sudah terdaftar. Kedua, perluasan jumlah penerima bantuan dari data reguler yang ada.

BACA JUGA:Kabar Baik, Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Dipastikan Tidak Naik

BACA JUGA:Mensos Pastikan Bansos Tidak Terdampak Efisiensi Anggaran, Jika Perlu Akan Ditambah

Saifullah mencontohkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, jumlah penerima bantuan bisa meningkat signifikan. Dari sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat, jumlahnya berpotensi bertambah hingga mendekati 35 juta, tergantung hasil keputusan pemerintah.

Menurut dia, bantuan sosial menjadi instrumen penting untuk menjaga konsumsi rumah tangga tetap stabil. Stabilitas konsumsi ini dinilai berperan langsung dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pertimbangannya adalah menjaga daya beli masyarakat dalam kerangka peningkatan pertumbuhan ekonomi. Tugas Kementerian Sosial sekarang adalah mempersiapkan skema penyaluran dan pemutakhiran data penerima manfaatnya," ujarnya. (antara)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan