Indonesia dan PBB Kecam Serangan di Lebanon, 1 Personel Perdamaian Tewas
Serangan di Lebanon menewaskan satu personel perdamaian Indonesia, Praka Farizal Rhomadhon-Istimewa-
“Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta memantau perkembangan situasi secara saksama,” lanjut Kementerian Luar Negeri.
BACA JUGA:Cerita Diaspora di Jepang Deg-degan Dapat Tanda Tangan Prabowo, Momen Tak Terlupakan
Duka Mendalam dan Penghormatan untuk Prajurit
Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu personel perdamaian dalam insiden tersebut.
Penghormatan setinggi-tingginya diberikan atas dedikasi dan pengabdian almarhum Praka Farizal Rhomadhon dalam menjaga perdamaian dunia.
Selain itu, pemerintah memastikan proses pemulangan jenazah (repatriasi) akan dilakukan secepatnya, serta menjamin perawatan medis terbaik bagi personel yang mengalami luka.
“Doa dan simpati kami bersama keluarga yang ditinggalkan,” demikian pernyataan resmi tersebut.
BACA JUGA:Diaspora Indonesia Antusias Sambut Prabowo di Jepang, Ramah dan Bisa Selfie
PBB: Serangan Ancam Keselamatan Pasukan Perdamaian
Kecaman juga disampaikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres.
Ia menyampaikan duka cita kepada Indonesia sekaligus menyoroti meningkatnya ancaman terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian.
“Saya menyampaikan duka cita mendalam kepada Indonesia serta kepada keluarga dan kolega yang ditinggalkan,” ujarnya.
Guterres menegaskan bahwa insiden ini merupakan bagian dari rangkaian kejadian berbahaya yang menimpa pasukan perdamaian dalam beberapa waktu terakhir.
BACA JUGA:Iran Tegaskan Tak Akan Berunding dengan AS, Ini Syaratnya
Ia pun mengingatkan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional serta menjamin keselamatan personel dan aset PBB di lapangan.