Kapolri Minta Jajaran Siap Siaga Hadapi Potensi Bencana saat Libur Lebaran
Kaporli Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ditemui usai melakukan monitoring pengamanan malam Takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (20/3/2026)-Divisi Humas Polri-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya di wilayah rawan seperti banjir dan tanah longsor yang berpotensi mengganggu arus mudik dan balik Lebaran.
Arahan tersebut disampaikan saat Kapolri melakukan pemantauan pengamanan malam takbiran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Jumat.
Ia menekankan pentingnya kesiapan Satuan Tugas Bencana di setiap pos terpadu, baik dari sisi personel maupun dukungan sarana dan prasarana.
"Saya pesan untuk seluruh jajaran yang memiliki potensi terjadinya bencana agar seluruh Satgas Bencana yang ada di pos-pos terpadu agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, khususnya apabila terjadi potensi-potensi bencana ekstrem yang diramalkan oleh BMKG," kata Sigit.
Kapolri menjelaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam beberapa hari terakhir telah menjalankan operasi modifikasi cuaca. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko hujan ekstrem yang bisa memicu banjir dan longsor di jalur utama mudik maupun arus balik.
BACA JUGA:InJourney Airports: Puncak Arus Mudik 2026 Lancar di 37 Bandara
BACA JUGA:Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 pada 24 Maret
"Dan alhamdulillah ini juga berhasil mengurangi potensi hujan ekstrem walaupun beberapa hari ke depan ini juga menjadi pekerjaan rumah yang harus kita antisipasi," ujarnya.
Selain fokus pada jalur transportasi, Kapolri juga menyoroti aspek keselamatan di destinasi wisata yang dipadati masyarakat selama libur Lebaran. Ia meminta pengelola tempat wisata dan pemangku kepentingan terkait memastikan standar keamanan dipenuhi.
Perhatian khusus diberikan pada objek wisata air. Kapolri mengingatkan agar kapasitas pengunjung tidak melebihi batas yang telah ditetapkan serta perlengkapan keselamatan tersedia sesuai jumlah wisatawan.
"Tolong betul-betul dipastikan untuk keselamatan para masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan wisata, khususnya di wisata air untuk dipastikan agar kapasitas jangan sampai melebihi kapasitas yang sudah disiapkan dan alat-alat penyelamat juga jumlahnya harus disesuaikan dengan jumlah penumpang yang masuk, sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka keselamatan dari masyarakat yang menggunakan wisata khususnya wisata air ini betul-betul bisa diperhatikan," ujarnya.
Kapolri juga mengingatkan masyarakat yang masih dalam perjalanan mudik atau bersilaturahmi untuk tetap mengutamakan keselamatan.
Pengendara diminta memanfaatkan rest area dan pos terpadu sebagai tempat beristirahat serta tidak memaksakan perjalanan.
"Saya tetap berpesan tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu yang bisa digunakan untuk beristirahat dan jangan buru-buru untuk cepat sampai namun kemudian membahayakan keselamatan diri maupun keselamatan pengguna jalan yang lain," ujarnya. (antara)