Menhub Sebut Penerbangan Indonesia-Saudi Berjalan Normal di Tengah Konflik Timur Tengah
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi-Kemenhub-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Dudy Purwagandhi memastikan penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi tetap beroperasi normal di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Rute tujuan Jeddah dan Madinah dipastikan tidak terdampak penutupan bandara.
"Sejauh ini seperti yang di Saudi itu masih dibuka. Jadi penerbangan masih berjalan," kata Dudy kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 3 Maret.
Ia menegaskan belum ada kebijakan penutupan bandara di Arab Saudi, sehingga arus penerbangan dari dan menuju Indonesia masih berlangsung seperti biasa.
"Untuk yang ke Saudi khususnya Jeddah dan Madinah kan belum ada penutupan. Jadi belum ada dampak, sehingga dari pemerintah Saudi tidak melakukan penutupan bandara. Jadi penerbangan dari Saudi menuju Indonesia masih berjalan normal," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kabar pembatalan sejumlah penerbangan maskapai ke kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
BACA JUGA:Menhub Minta Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan Rute Timur Tengah Imbas Konflik Iran-Israel
BACA JUGA:Konflik Israel-AS vs Iran Ganggu Penerbangan, 58.873 Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
Menhub juga memastikan pemerintah akan mengawal hak penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan. Koordinasi dengan maskapai dilakukan untuk menyediakan alternatif solusi, termasuk fasilitas penginapan dan pengalihan penerbangan.
"Kami berkoordinasi dengan airlines. Misalnya mereka masih di sana disediakan penginapan. Kedua, alternatif untuk mereka terbang kembali ke Indonesia bisa diganti. Biasanya airlines akan mengarahkan untuk mengganti airlines yang lain," ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah melaporkan sebanyak 6.047 jamaah umrah telah kembali ke Indonesia sepanjang 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap di tengah dinamika penerbangan internasional akibat situasi di Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha menegaskan keselamatan dan perlindungan jamaah menjadi prioritas utama pemerintah.
“Sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jamaah telah kembali ke Tanah Air dengan aman. Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jamaah dapat pulang secara bertahap dan tertib,” kata Ichsan, Senin 2 Maret.
Dengan kondisi bandara di Arab Saudi yang tetap beroperasi, pemerintah memastikan layanan penerbangan untuk jamaah umrah dan penumpang umum menuju Jeddah dan Madinah masih berjalan normal. (jawapos)