Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BMKG Deteksi 3 Bibit Siklon Tropis, Berpotensi Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia

Ilustrasi cuaca ekstrem--

BELITONGEKSPRES.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi tiga bibit siklon tropis yang aktif di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Dampak yang perlu diwaspadai meliputi peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah daerah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, berdasarkan pemantauan hingga Selasa pukul 07.00 WIB, terdapat tiga sistem yang teridentifikasi yakni Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten dan Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar,” kata Faisal di Jakarta, Selasa.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menambahkan, hasil analisis terbaru menunjukkan Bibit Siklon Tropis 90S memiliki peluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 48 jam ke depan. 

BACA JUGA:Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Dinamika Cuaca

BACA JUGA:Prabowo Minta BMKG Tambah Peralatan Modifikasi Cuaca

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S dan 92P berpeluang rendah untuk berkembang, namun tetap dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi perairan Indonesia.

Menurut Andri, kemunculan tiga sistem tersebut meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan serta memicu pemusatan massa udara. Situasi ini turut diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia.

Selain itu, terbentuknya area pertemuan angin di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur memperbesar potensi pertumbuhan awan hujan. Kondisi atmosfer yang dinamis ini meningkatkan risiko hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur dalam beberapa hari mendatang.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau memantau pembaruan informasi cuaca resmi serta mengantisipasi potensi genangan, banjir lokal, dan angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan