BGN Minta SPPG Kreatif Sajikan Menu MBG Ramadhan Tanpa UPF
Ilustrasi MBG-Putu Ayu Pratama Sugiyo-Beritasatu.com
BELITONGEKSPRES.COM - Badan Gizi Nasional meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi lebih inovatif dalam menyusun menu Makan Bergizi Gratis selama bulan Ramadhan dengan mengutamakan bahan pangan lokal dan menghindari makanan ultra processed food (UPF).
Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kualitas gizi sekaligus memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan penyajian menu berbasis kearifan lokal diharapkan dapat menjadi alternatif sehat dibandingkan produk pabrikan yang umumnya mengandung bahan tambahan.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur pelaksanaan Program MBG selama Ramadhan dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah.
"SPPG bisa membuat menu-menu makanan kreatif yang berbasis kearifan lokal untuk mencegah penyajian UPF dalam MBG selama Ramadhan," kata Dadan di Jakarta, Rabu.
BACA JUGA:BGN Bali Tetap Salurkan MBG Selama Ramadhan, Menu Disesuaikan untuk Siswa Berpuasa
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa penerima manfaat akan menerima menu MBG dalam bentuk paket makanan kemasan sehat.
Makanan yang disalurkan tidak menggunakan UPF yang biasanya mengandung pengawet, pewarna, maupun perasa tambahan agar produk lebih tahan lama dan siap santap.
BGN juga mengingatkan agar menu yang disajikan tidak mudah basi, tidak bercita rasa pedas, serta tidak berpotensi menimbulkan masalah keamanan pangan. Penentuan menu tetap harus menyesuaikan standar gizi berdasarkan kelompok usia penerima manfaat.
"Rekomendasi menu untuk makanan kemasan meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional) dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat," ujar Dadan.
Dalam hal distribusi, setiap penerima manfaat akan mendapatkan dua tas kain dengan warna berbeda untuk memudahkan identifikasi dan proses penukaran paket makanan pada hari berikutnya.
BACA JUGA:Dituding Boros, Prabowo Tegaskan MBG Dibiayai dari Efisiensi Anggaran
"SPPG menyediakan dua buah tote bag (tas kain) untuk setiap penerima manfaat dengan warna yang berbeda, misalnya warna biru dan merah agar dapat menjadi pembeda antara kantong tote bag yang sebelumnya digunakan, dengan kantong tote bag yang akan ditukar pada hari berikutnya," tuturnya.
Sementara itu, pada periode cuti bersama Lebaran 18 hingga 24 Maret 2026, penyaluran MBG tidak dilakukan.