Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Bappenas Nilai Program MBG Berperan Strategis Gerakkan Rantai Besar Ekonomi Nasional

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy dalam Acara Penyerahan Hasil Kegiatan Implementasi Nota Kesepahaman antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Gizi Nasional (BGN) di-Bappenas-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan strategis dalam menggerakkan rantai besar perekonomian nasional karena melibatkan aktivitas ekonomi dari produsen hingga penerima manfaat, sekaligus mendorong perubahan sosial secara luas.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Penyerahan Hasil Kegiatan Implementasi Nota Kesepahaman antara Badan Pusat Statistik dan Badan Gizi Nasional di Jakarta, Selasa. 

Menurut Rachmat, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan pergerakan ekonomi melalui belanja bahan pangan, operasional dapur, hingga distribusi kepada masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai model big push yang strategis karena berperan sebagai push factor sekaligus pull factor dalam rantai besar perekonomian nasional, dari produsen hingga penerima manfaat,” katanya dalam keterangan resmi.

Ia menjelaskan, setiap negara memiliki pendekatan berbeda dalam melakukan lompatan pembangunan untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. 

BACA JUGA:BGN Tegaskan Mitra Tidak Boleh Tolak Relawan Disabilitas Bekerja di Dapur MBG

Dalam konteks Indonesia, program MBG dinilai sebagai bentuk dorongan besar yang dapat menciptakan perubahan struktural, sejalan dengan konsep big push theory yang diperkenalkan ekonom Paul N. Rosenstein-Rodan.

Rachmat menekankan pentingnya penguatan sistem data untuk memastikan dampak program dapat diukur secara objektif. Pencatatan variabel anggaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, belanja dapur, serta keterkaitan belanja dengan penerima manfaat dinilai menjadi faktor penting dalam menunjukkan perubahan sosial yang dihasilkan program.

“Apabila variabel anggaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), belanja dapur, serta keterhubungan belanja dengan penerima manfaat dapat terekam oleh BPS, Indonesia akan memiliki data yang kuat untuk menunjukkan terjadinya perubahan sosial yang sangat signifikan,” ujarnya.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025 hingga 2029 juga menegaskan pentingnya integrasi data untuk mendukung pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program MBG secara menyeluruh. 

Badan Gizi Nasional diharapkan mengembangkan sistem informasi digital yang mampu mencatat seluruh transaksi, merekam output program, serta mengukur dampak yang dihasilkan.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Targetkan Penerima MBG Capai 82,3 Juta Orang Sebelum Akhir 2026

Sementara itu, Badan Pusat Statistik berperan dalam pengumpulan dan verifikasi data di tingkat masyarakat guna memastikan akurasi serta keterpaduan data nasional. Ke depan, pemerintah juga akan menyusun kerangka analisis berbasis theory of change agar pelaksanaan program dapat diukur secara komprehensif dari aspek input, proses, output, hingga outcome.

Selain itu, penguatan mekanisme berbagi data, pemanfaatan data statistik untuk evaluasi program, pelaksanaan survei rutin hingga tingkat subnasional, serta integrasi data Survei Konsumsi Masyarakat Indonesia dan Survei Status Gizi Indonesia menjadi langkah penting untuk memastikan dampak program Makan Bergizi Gratis dapat terukur secara nyata.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan