Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Kejagung Eksekusi Instruksi Presiden: Eks Direksi BUMN Bermasalah Mulai Dibidik

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna--(Foto: Beritasatu)

JAKARTA, BELITONGEKSPRES.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) segera mengambil langkah nyata untuk menindaklanjuti peringatan keras Presiden Prabowo Subianto terhadap para mantan pimpinan BUMN. 

Peringatan ini menjadi sinyal kuat bahwa dugaan pelanggaran hukum dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara tidak akan dibiarkan menguap begitu saja.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, memastikan bahwa aparat penegak hukum akan memberikan perhatian serius terhadap arahan Kepala Negara tersebut. 

Pihaknya akan menyisir rekam jejak pengelolaan aset guna memastikan tidak ada kerugian negara yang disembunyikan oleh eks pimpinan perusahaan plat merah.

"Kami tentu akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan tetap berpijak pada alat bukti yang ada, serta senantiasa mengedepankan asas praduga tidak bersalah," tegas Anang Supriatna kepada awak media di Jakarta, dikutip dari Antara.

BACA JUGA:KPK Nilai Pilkada Melalui DPRD Lebih Berisiko Picu Transaksi Kekuasaan

Anang menilai pernyataan Presiden merupakan pengingat bagi setiap pejabat bahwa pertanggungjawaban pidana tetap melekat meski masa jabatan telah usai. Kejagung memastikan setiap proses investigasi akan dilakukan secara transparan dan objektif.

"Kami akan bekerja secara profesional, apalagi dengan adanya dukungan penuh dari Presiden. Seluruh proses hukum dijalankan dengan prinsip kehati-hatian," tambahnya memperkuat komitmen institusi.

Sebelumnya, dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Presiden Prabowo menekankan pentingnya akuntabilitas pengelolaan aset melalui lembaga Danantara.

Danantara dibentuk sebagai sovereign wealth fund untuk mengonsolidasi seluruh kekuatan ekonomi nasional.

"Saya telah menghimpun seluruh kekuatan milik negara dalam satu manajemen dan satu sistem pengelolaan yang terintegrasi," ujar Presiden Prabowo dengan nada bicara yang otoritatif.

BACA JUGA:3 Bos Timah Resmi Ditahan Polda Babel! Buntut Tragedi Tambang Telan 7 Nyawa

Ia menjelaskan bahwa nilai aset yang kini berada di bawah naungan Danantara mencapai angka fantastis, yakni 1.040 miliar dolar AS.

Jumlah tersebut merupakan gabungan dari seribuan perusahaan BUMN yang sebelumnya dikelola secara terpisah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan