Kemenhaj Tunggu Arahan Presiden soal Pemanfaatan Hotel Haji Thakher City Arab Saudi
Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Harun Al Rasyid saat diwawancarai di Kota Padang, Kamis (5/2/2026)-Muhammad Zulfikar-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Haji dan Umrah menyatakan masih menunggu arahan Prabowo Subianto terkait pemanfaatan hotel di kawasan Thakher City yang telah diakuisisi oleh Danantara. Hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai penggunaan hotel tersebut untuk operasional penyelenggaraan haji.
Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Harun Al Rasyid mengatakan pihaknya belum menerima instruksi langsung dari Presiden terkait penggunaan hotel tersebut pada musim haji tahun ini.
“Untuk tahun ini kami belum mendapatkan arahan secara langsung dari Presiden apakah hotel ini mau digunakan atau tidak,” kata Harun Al Rasyid di Kota Padang, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Harun saat memberikan pembekalan kepada 90 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Embarkasi Haji Padang. Ia menjelaskan, saat ini pemerintah Indonesia melalui Danantara masih menyelesaikan proses administrasi akuisisi aset perhotelan tersebut.
BACA JUGA:Kemenhaj: Presiden Prabowo Terus Upayakan Penurunan Biaya Haji
BACA JUGA:Bulog dan Kemenhaj Matangkan Rencana Ekspor Beras ke Arab Saudi untuk Kebutuhan Jamaah Haji
Menurut Harun, peralihan kepemilikan hotel secara de jure dan de facto diperkirakan baru terealisasi pada Maret 2026. Oleh karena itu, pemanfaatan hotel untuk kepentingan jamaah haji Indonesia belum dapat dipastikan dalam waktu dekat.
Meski demikian, Kemenhaj menegaskan kesiapan untuk menindaklanjuti keputusan pemerintah apabila Presiden memberikan arahan penggunaan hotel tersebut bagi jamaah haji asal Indonesia.
“Kita siap saja kalau Presiden memerintahkan Kementerian Haji untuk menggunakan hotel ini,” ujarnya.
Sebagai informasi, Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management telah mengakuisisi aset perhotelan dan real estat yang berada di kawasan Thakher City, Makkah. Akuisisi ini menjadi langkah awal Danantara secara terukur untuk masuk ke sektor perhotelan di Makkah.
Kebijakan tersebut juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang dan bertahap untuk mendukung peningkatan kualitas layanan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi. (ant)