Kemenhaj: Presiden Prabowo Terus Upayakan Penurunan Biaya Haji
Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Harun Al Rasyid memberikan pengarahan kepada petugas haji di Kota Padang, Kamis (5/2/2026)-Muhammad Zulfikar-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Pemerintah terus mengupayakan penurunan biaya ibadah haji yang harus dibayarkan masyarakat. Prabowo Subianto disebut memberi perhatian khusus agar ongkos haji dari tahun ke tahun dapat ditekan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, mengatakan penurunan biaya haji menjadi perhatian utama Presiden. Hal itu disampaikan saat memberikan pembekalan kepada 90 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH di Embarkasi Haji Padang, Kota Padang, Kamis.
“Ini menjadi concern dari Presiden bagaimana biaya atau ongkos haji dari tahun ke tahun itu bisa turun,” kata Harun Al Rasyid.
Ia menjelaskan, Presiden menilai masih terdapat sejumlah komponen biaya yang seharusnya dapat ditekan, salah satunya biaya akomodasi hotel. Karena itu, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jamaah, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menurunkan beban biaya haji.
BACA JUGA:Gus Irfan Optimis Kampung Haji Bisa Tekan Biaya Haji
BACA JUGA:Biaya Haji 2026 Disepakati Rp54,19 Juta per Jamaah, Sisanya Ditanggung BPKH
“Kita harus menurunkan setiap komponen pengadaan itu, baik itu transportasi, konsumsi, hotel maupun syarikah untuk pelayanan di Armuzna dan di Masyair,” ujarnya.
Harun menambahkan, upaya efisiensi juga dilakukan melalui rencana pendirian Kampung Haji yang dikelola oleh Danantara Investment Management. Program tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem haji yang lebih terintegrasi sekaligus membantu menekan biaya jamaah asal Indonesia.
Meski demikian, ia mengakui kapasitas Kampung Haji saat ini masih terbatas. Fasilitas tersebut baru mampu melayani sekitar 20 ribu jamaah haji melalui skema akuisisi aset perhotelan dan real estat oleh Danantara Investment Management yang berlokasi di kawasan Thakher City, Makkah, Arab Saudi.
Ke depan, pemerintah akan terus mengevaluasi dan mengoptimalkan berbagai komponen penyelenggaraan haji agar target penurunan biaya dapat tercapai tanpa mengurangi kualitas layanan bagi jamaah. (ant)