Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Kemensos Targetkan 400 Ribu Lansia dan 36 Ribu Disabilitas Terima MBG Tahun Ini

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026)-Azhfar Muhammad-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Sosial menargetkan perluasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini dengan sasaran 300 ribu hingga 400 ribu kelompok lanjut usia serta sekitar 36 ribu penyandang disabilitas. Perluasan ini dilakukan melalui integrasi layanan perlindungan sosial yang selama ini dikelola Kemensos dengan program MBG.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan, perluasan sasaran tersebut merupakan hasil penyelarasan program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional dengan layanan sosial Kemensos agar penyaluran bantuan menjadi lebih terintegrasi.

“Sebenarnya ini perluasan sasaran saja dan dilakukan melalui integrasi program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan layanan perlindungan sosial yang selama ini dikelola Kementerian Sosial,” kata Saifullah Yusuf saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Ia menyampaikan bahwa layanan makan bergizi bagi lansia pada dasarnya telah berjalan melalui program Kemensos. Namun, penyelarasan dengan skema MBG dilakukan untuk meningkatkan cakupan penerima manfaat serta efektivitas penyaluran bantuan.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Program MBG untuk Lansia di Atas 75 Tahun

BACA JUGA:BGN dan Kemensos Matangkan Skema Penyaluran MBG untuk Lansia

Kemensos juga memastikan proses pendataan calon penerima manfaat lansia dan penyandang disabilitas masih terus dilakukan bersama pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan memastikan ketepatan sasaran sekaligus menentukan mekanisme distribusi makanan yang paling sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, penyediaan makanan bergizi akan dipusatkan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Penyaluran kepada lansia dan penyandang disabilitas akan melibatkan petugas Kemensos, caregiver atau perawat profesional, serta relawan sosial.

Untuk kelompok lansia, jumlah penerima manfaat direncanakan meningkat dari sekitar 136 ribu orang menjadi 300 ribu hingga 400 ribu orang. Kemungkinan menjangkau lansia yang tinggal di Panti Werdha juga terbuka, meski angka final masih menunggu hasil simulasi dan pemutakhiran data.

Sementara itu, bagi penyandang disabilitas, program MBG ditargetkan menjangkau sekitar 36 ribu penerima manfaat. Pemberian makanan bergizi direncanakan dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan siang hari.

“Itu kami Kemensos dan BGN. Untuk ibu hamil, mekanismenya yang dikirimkan oleh Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN),” ujarnya.

Saifullah Yusuf menegaskan integrasi program MBG dengan perlindungan sosial diharapkan dapat memperkuat pemenuhan gizi kelompok rentan. Selain itu, kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan berbasis data yang akurat dan berkeadilan, sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan