Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Hindari Penipuan, Kemenhaj Imbau Jamaah Waspada Memilih Travel Umrah

Ilustrasi Umrah--jawapos

BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Haji dan Umrah terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada dalam memilih biro perjalanan ibadah umrah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penipuan yang berpotensi merugikan calon jamaah.

Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Kemenhaj Andi Muhammad Taufik mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran paket umrah yang tidak masuk akal. Ia menekankan pentingnya memastikan legalitas serta kredibilitas penyelenggara perjalanan sebelum melakukan pendaftaran.

“Jamaah perlu lebih cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jamaah dari kerugian,” ujar Andi Taufik di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, calon jamaah wajib memverifikasi status biro perjalanan sebelum menentukan pilihan. Legalitas agen umrah dapat dicek melalui sistem resmi Kemenhaj untuk memastikan travel tersebut terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU.

BACA JUGA:Biro Travel Kembalikan Dana Rp100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji yang Jerat Eks Menag Yaqut

BACA JUGA:Visa Haji Furoda Batal, Travel Alami Kerugian hingga Rp81 Juta per Jemaah

“Jamaah dapat mengecek status izin, nomor SK, akreditasi, serta masa berlaku. Travel yang tidak terdaftar dinyatakan ilegal,” kata dia.

Selain legalitas, Andi menyarankan jamaah memastikan keberadaan kantor fisik biro perjalanan serta menelusuri rekam jejak operasional minimal dua tahun. Masyarakat juga diminta lebih berhati hati terhadap paket umrah dengan harga yang jauh di bawah standar.

Calon jamaah dianjurkan menelusuri ulasan jamaah sebelumnya melalui mesin pencari, media sosial, maupun situs resmi agen perjalanan. Rekomendasi dari keluarga atau kerabat yang telah berpengalaman juga dapat menjadi bahan pertimbangan penting. Travel yang tidak memiliki testimoni kredibel sebaiknya dihindari.

“Jamaah juga dianjurkan memeriksa daftar travel bermasalah yang dirilis Kemenhaj maupun otoritas Arab Saudi,” kata Andi Muhammad Taufik.

Di samping itu, jamaah diminta meminta rincian biaya secara transparan dan lengkap, mencakup tiket pesawat, visa, akomodasi, konsumsi, serta transportasi selama di Tanah Suci. Bukti reservasi hotel dan jadwal keberangkatan yang jelas juga harus dipastikan tersedia sebelum melakukan pelunasan biaya perjalanan. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan