Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BNN Ungkap 773 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Tangkap 1.214 Orang

Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto (tengah) dalam rapat kerja (raker) Komisi III DPR RI bersama BNN di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (3/2/2026).-Muhammad Rizki-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat keberhasilan mengungkap 773 kasus peredaran narkotika dan psikotropika sepanjang 2025. Dalam operasi tersebut, BNN juga menangkap 1.214 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala BNN Suyudi Ario Seto menyampaikan capaian tersebut saat rapat kerja bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

“Sepanjang 2025 kami berhasil mengungkap 773 perkara tindak pidana narkotika dan psikotropika,” ujar Suyudi.

Ia menjelaskan, dari ratusan kasus tersebut, BNN membongkar total 63 jaringan terorganisir, terdiri atas 56 jaringan sindikat narkotika nasional dan tujuh jaringan internasional.

Dalam penindakan itu, aparat juga menyita berbagai jenis barang bukti dalam jumlah besar. Narkotika yang diamankan antara lain sabu seberat 4,01 ton, ganja 2,19 ton, ganja sintetis 2,06 ton, serta pil ekstasi sebanyak 365.579 butir. Selain itu, turut disita kokain seberat 4,7 kilogram dan ketamin sekitar 1,2 ton.

BACA JUGA:BNN Waspada Penyalahgunaan 'Whip Pink' Anak Muda, Praktik Gas Tawa Dicampur Alkohol

BACA JUGA:BNN Ungkap Bahaya Gas Tertawa Whip Pink, Merusak Saraf Permanen hingga Kematian

BNN juga melaporkan pemusnahan ladang ganja seluas 12,78 hektare dalam 14 kali operasi. Total berat tanaman ganja basah yang dimusnahkan diperkirakan mencapai 109,8 ton atau sekitar 224.500 batang.

Suyudi menambahkan, salah satu pengungkapan menonjol sepanjang 2025 adalah kasus penyelundupan dua ton sabu di wilayah Kepulauan Riau. Pengungkapan dilakukan bersama Bea Cukai melalui jalur laut menggunakan kapal Sea Dragon Tarawa.

Dalam operasi tersebut, BNN juga berhasil menangkap buronan internasional yang masuk daftar pencarian orang Interpol, yakni Dewi Astutik.

Menurut Suyudi, seluruh capaian ini mencerminkan komitmen BNN dalam memperkuat pemberantasan narkoba, baik di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menekan peredaran gelap yang semakin kompleks. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan