Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

BGN: Program MBG Mulai Dilirik Dunia, Dinilai Efektif Gerakkan Ekonomi

Kepala BGN Dadan Hindayana (kiri) dalam siniar dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang diikuti di jakarta, Selasa (20/1/2026)-Lintang Budiyanti Prameswari-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menarik perhatian dunia internasional karena dinilai efektif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Dadan untuk merespons penilaian Presiden Prabowo Subianto yang menyebut MBG kini menjadi objek kajian para pakar global, termasuk dari Gedung Putih Amerika Serikat. Program tersebut dipandang sebagai investasi sosial dan ekonomi yang strategis.

Menurut Dadan, MBG dinilai sebagai pendekatan baru dalam skala global karena mampu melibatkan banyak mitra sekaligus dan dijalankan dalam waktu relatif cepat. Ia menyebut hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pemerintah negara lain untuk mempelajarinya.

“Memang mereka menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Indonesia termasuk metode yang baru pertama kali dilakukan di dunia, di mana pelaksanaan MBG bisa melibatkan demikian banyak mitra dan bisa berjalan demikian cepat. Saya kira itu menjadi kajian yang cukup menarik bagi mereka,” ujar Dadan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.

BACA JUGA:Menko Zulhas: MBG Sudah Jangkau 60 Juta Penerima, Jumlah SPPG 22.091 Unit

BACA JUGA:BGN Tegaskan Pendataan MBG Inklusif dan Transparan, Tidak Ada Penerima Fiktif

Dadan menjelaskan, hingga Januari 2026, BGN telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp19,5 triliun untuk program MBG. Ia menilai alokasi tersebut membuktikan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada perbaikan gizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat karena dana APBN langsung disalurkan ke berbagai sektor pendukung.

Sebagai contoh, ia menyebut meningkatnya jumlah wirausaha di bidang produksi sabun akibat tingginya kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap unit SPPG, kata Dadan, membutuhkan sekitar 25 liter sabun per hari, sehingga membuka peluang usaha baru di berbagai daerah.

“Banyak sekali sekarang wirausaha yang bergerak untuk memproduksi sabun karena kebutuhan SPPG sangat besar. Ini menjadi salah satu sektor yang diuntungkan oleh program MBG,” jelasnya.

Terkait pengawasan, Dadan menyampaikan bahwa SPPG yang terbukti melanggar standar operasional prosedur atau menyebabkan kasus keracunan akan diberikan sanksi berupa kartu kuning.

“Saya melihat ada SPPG yang akan kita berikan kartu kuning karena menyalahi prosedur yang cukup berat. Setelah itu akan kita evaluasi dan mungkin akan dihentikan sementara dalam waktu yang cukup lama,” kata Dadan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat yang terdampak insiden keracunan MBG. BGN, lanjutnya, masih melakukan investigasi menyeluruh terkait keamanan pangan di sejumlah wilayah.

Menurut Dadan, beberapa SPPG mendapat kartu kuning karena mengambil bahan baku dari luar sistem pengawasan sehingga proses pengolahan tidak terkontrol.

“Untuk yang diberi kartu kuning itu karena mereka mengambil bahan baku dari luar sehingga tidak terawasi cara masaknya. Kita akan berikan peringatan keras, dan untuk beberapa SPPG ke depan akan diumumkan menu-menu yang harus dihindari,” pungkasnya. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan