MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, Ini Menu Tahan Lama untuk Siswa
BGN Pastikan Menu MBG Ramadan Tetap Aman dan Bergizi-Istimewa-
JAKARTA, BELITONGEKSPRES.COM – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan dengan penyesuaian menu dan sistem distribusi.
Pemerintah menegaskan kualitas gizi tetap terjaga meski pola konsumsi siswa berubah selama puasa.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menepis anggapan bahwa menu MBG Ramadan akan mengandalkan makanan ultra-proses.
Ia menegaskan, ketahanan makanan tidak berarti menggunakan produk pabrikan tinggi bahan kimia.
Penegasan itu disampaikan Dadan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu 21 Januari 2026.
BACA JUGA:MBG, Sejauh Mana Negara Masuk ke Dapur Warga
Ia menyebut kekhawatiran publik soal penggunaan Ultra-Processed Food atau UPF tidak berdasar.
“Khusus Ramadan, kami menyiapkan makanan yang tidak cepat rusak, tapi tetap bukan kategori ultra-proses,” kata Dadan di hadapan anggota dewan, dikutip dari disway.id.
Menurut Dadan, menu MBG selama Ramadan dirancang agar mampu bertahan hingga 12 jam. Ketahanan ini penting karena makanan baru dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
BGN memilih bahan pangan yang secara alami awet atau diolah dengan metode sederhana dan aman. Proses pengolahan tetap mengacu pada standar kesehatan dan gizi seimbang.
BACA JUGA:Menkeu Akan Evaluasi Anggaran MBG, Pastikan Efisien dan Terserap Optimal
Beberapa menu tahan lama yang disiapkan antara lain abon sebagai sumber protein hewani. Proses pengeringan membuat abon lebih awet tanpa tambahan pengawet berlebih.
Selain itu, telur rebus dan telur pindang juga menjadi pilihan utama. Teknik memasak tradisional ini dinilai mampu menjaga kualitas telur dari kontaminasi bakteri dalam waktu tertentu.
BGN juga melibatkan produk pangan lokal. Olahan dari komunitas lokal dipilih karena terbukti tahan lama sekaligus tetap bernilai gizi.