Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

KNKT Mulai Selidiki Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Milik Indonesia Air Transport

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono (depan, ketiga kanan) didampingi pejabat jajaran terkait saat konferensi pers terkait penemuan black box serta perkembangan penanganan kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik perusahaan penerbangan Indonesia Air Transport (IAT) -Hasrul Said-ANTARA FOTO

BELITONGEKSPRES.COM - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik maskapai Indonesia Air Transport yang menabrak Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan kotak hitam pesawat telah dibawa ke Jakarta untuk dianalisis, dan proses investigasi dijadwalkan dimulai besok. 

Menurutnya, pemeriksaan kotak hitam membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam hari, tergantung kondisi fisik perangkat. Saat ini kotak hitam dalam kondisi baik dan diharapkan tidak ada kendala teknis.

Kotak hitam pesawat terdiri dari dua perangkat, yakni Cockpit Voice Recorder atau CVR dan Flight Data Recorder atau FDR. CVR merekam suara di kokpit melalui empat saluran. Saluran pertama untuk komunikasi pesawat dengan pengawas lalu lintas udara, saluran kedua komunikasi antarpilot, saluran ketiga komunikasi kokpit ke kabin, dan saluran keempat merekam semua suara yang ada di dalam kokpit. Seluruh rekaman ini menjadi bahan penting untuk memahami kronologi kecelakaan.

BACA JUGA:10 Kecelakaan Pesawat Paling Mematikan di Indonesia, Rute Jakarta–Pangkalpinang Masuk Daftar

BACA JUGA:Pelunasan Bipih 2026 Lampaui Target hingga 102,57 Persen, DPR Tekankan Layanan Optimal

Sementara itu, FDR menyimpan sekitar 88 parameter penerbangan, termasuk data ketinggian, kecepatan, dan informasi teknis pendukung lainnya. Data ini diharapkan dapat membantu KNKT mengetahui kondisi pesawat sebelum kecelakaan terjadi secara akurat.

Soerjanto menegaskan bahwa tujuan utama investigasi adalah menghasilkan pembelajaran agar kecelakaan serupa tidak terulang di masa depan. Hasil penyelidikan KNKT akan dituangkan dalam laporan lengkap dan rekomendasi keselamatan. Bila diperlukan, KNKT dapat mengeluarkan rekomendasi segera tanpa menunggu laporan akhir.

Dengan ditemukannya kedua kotak hitam, KNKT optimistis dapat mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif dan berbasis data. Soerjanto menyebut lokasi penemuan kotak hitam cukup ekstrem dan sebelumnya diperkirakan sulit dijangkau. Keberhasilan menemukan perangkat ini terjadi sebelum operasi SAR resmi ditutup.

Ia juga menjelaskan bahwa meskipun disebut kotak hitam, perangkat ini sebenarnya berwarna oranye agar lebih mudah terlihat saat pencarian di lokasi kecelakaan. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan