Jumlah Jemaah Terus Meningkat, Maskapai Khusus Haji dan Umrah Mukhtara Air Masuk Pasar Indonesia
Mukhtara Air, maskapai khusus haji dan umrah di Indonesia milik Manazil Al Mukhtara Company, perusahaan asal Arab Saudi yang sebelumnya bergerak di layanan haji, umrah, dan perhotelan di Madinah-ist-
BELITONGEKSPRES.COM - Pertumbuhan jumlah jemaah haji dan umrah yang terus meningkat mendorong berkembangnya industri layanan keagamaan di Indonesia, termasuk sektor penerbangan. Melihat potensi tersebut, Manazil Al Mukhtara Company dari Arab Saudi resmi memperluas bisnisnya dengan meluncurkan maskapai khusus haji dan umrah bernama Mukhtara Air.
Data tahun 2025 menunjukkan jemaah haji Indonesia mencapai 221 ribu orang, sementara jemaah umrah menembus 1,4 juta orang. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah dan menjadi peluang besar bagi operator yang menyediakan layanan perjalanan ke Tanah Suci.
Mukhtara Air menghadirkan pesawat perdana Airbus A320 yang akan melayani rute dari Jakarta menuju Madinah dan Makkah. Perusahaan menargetkan pengoperasian 10 pesawat secara bertahap dengan basis utama di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, menyatakan kehadiran maskapai ini dapat memperkuat layanan perjalanan jemaah Indonesia. Ia menilai operator penerbangan khusus haji dan umrah akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan seiring meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun.
BACA JUGA:Persiapan Haji 2026: Kemenhaj Kirim Tim Pengadaan ke Arab Saudi
BACA JUGA:Pelaksanaan Haji 2026: Menhaj Paparkan Kuota Jemaah dan Jadwal Keberangkatan
Operational Director Mukhtara Air, Andik Setiawan, menjelaskan bahwa satu unit Airbus A320 sudah tiba di Indonesia, sementara Airbus A330 masih dalam proses kedatangan. Pesawat berbadan lebar tersebut mengalami penyesuaian jadwal kedatangan dari 26 menjadi 28 November karena kebutuhan perizinan lintas wilayah di Timur Tengah.
Pada tahap awal, Airbus A320 akan beroperasi di rute domestik seperti Surabaya, Denpasar dan Kualanamu sesuai regulasi yang berlaku. Sementara itu, Airbus A330 akan difokuskan untuk rute internasional menuju Jeddah, Madinah dan Taif.
Andik menargetkan penerbangan internasional untuk layanan haji dan umrah mulai berjalan pada awal Januari 2026 setelah seluruh audit dan perizinan selesai.
Hadirnya Mukhtara Air diharapkan memperkuat ekosistem layanan haji dan umrah di Indonesia sekaligus memberikan lebih banyak pilihan maskapai bagi jemaah yang membutuhkan perjalanan yang nyaman dan terfokus. (beritasatu)