PCO Ingatkan 1 Konten DFK Bisa Melahirkan Sejuta Kebencian
Ilustrasi: Satu Konten DFK Bisa Melahirkan Sejuta Kebencian--(freepik)
BACA JUGA:Kemensos dan Kemkomdigi Kolaborasi Dorong Digitalisasi Sekolah Rakyat
Sementara di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Juni 2025 juga terjadi kerusuhan besar yang dipicu disinformasi terkait operasi penegakan hukum imigrasi.
Di Wamena, Papua Pegunungan, pada 2023 sempat pecah kerusuhan yang dipicu konten DFK. Narasi palsu tersebut menyebut orang Papua menyerang aparat keamanan Indonesia setelah penangkapan dua pedagang dari etnis tertentu.
“Disinformasi ibarat api kecil yang bisa membakar seluruh peradaban jika dibiarkan. Ancaman ini semakin berbahaya bagi Indonesia yang dikenal sangat majemuk,” kata Hariqo.
Ia menegaskan, Indonesia merupakan salah satu negara paling beragam di dunia dengan sekitar 1.340 suku bangsa. “Perbedaan adalah kekuatan bangsa Indonesia. Jangan sampai DFK justru mengubahnya menjadi kelemahan,” ujarnya.
BACA JUGA:Pemerintah Tegas: Jaga Demokrasi, Platform Media Sosial Wajib Moderasi Konten DFK
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut mengingatkan pentingnya peran platform media sosial dalam melindungi masyarakat dari arus DFK. Menurut Komdigi, keberadaan informasi palsu dapat merusak sendi-sendi demokrasi di Indonesia.
“Bayangkan ketika kita ingin menyampaikan aspirasi atau pendapat, lalu tiba-tiba di media sosial dibumbui dengan informasi yang tidak benar. Itu jelas merusak semangat masyarakat dalam menyuarakan aspirasinya,” ujar Wakil Menteri Komdigi, Angga Raka Prabowo, saat berdiskusi bersama Kepala PCO Hasan Nasbi, Selasa (26/8/2025).
Angga juga mengimbau semua pihak untuk bersama-sama melakukan verifikasi atas setiap informasi yang beredar di ruang digital. Ia menekankan, pengelola platform media sosial memiliki tanggung jawab menjaga ekosistem digital agar tetap sehat.
“Jika ada konten yang mengandung disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK), maka platform harus segera menindaknya secara otomatis melalui sistem yang tersedia,” tegasnya.
BACA JUGA:Cegah Salah Sasaran, Komdigi Perkuat Data Bansos dengan Sinkronisasi DTSEN-Dukcapil Nasional
Kepala PCO Hasan Nasbi memberikan apresiasi kepada media arus utama yang telah menghadirkan kanal khusus cek fakta. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam melawan arus DFK di tengah masyarakat.
“Kita sangat mengapresiasi media yang punya kanal cek fakta. Semakin banyak media yang melakukannya, semakin mudah pula kita menghalau isu atau konten DFK. Sebab, jika hanya dilakukan satu atau dua pihak saja, upaya ini jelas tidak akan cukup,” ujar Hasan Hasbi.***