Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Mutu Program Makan Bergizi Gratis Dipastikan Sesuai SOP

Tangkapan layar - Pakar Gizi BGN Ikeu Tanziha dalam siniar tentang mutu gizi dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diikuti di Jakarta, Selasa (17/6/2025)-Lintang Budiyanti Prameswari-ANTARA

BELITONGEKSPRES.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah terus diperkuat dari berbagai sisi. Pakar Gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha, memastikan bahwa mutu makanan yang disajikan dalam program ini telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.

“Ada SOP dalam penerimaan dan pembelian bahan, termasuk distribusi yang dibatasi maksimal 30 menit dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sekolah. Ini penting agar makanan tetap segar saat diterima anak-anak,” jelas Ikeu dalam siniar di Jakarta, Selasa 17 Juni.

Evaluasi dan Inovasi Terus Ditingkatkan

Program MBG yang mulai dijalankan sejak Januari 2025 telah mengalami sejumlah evaluasi dan peningkatan, baik dalam sisi pelaksanaan maupun pemanfaatan teknologi.

BACA JUGA:Ditjen Imigrasi Perbarui Aturan Visa Kunjungan untuk Calon TKA dalam Uji Coba

BACA JUGA:Jamaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam dalam Pesawat, PPIH Berikan Penjelasan

“Sejak Januari kami terus belajar, baik dari pengalaman sendiri maupun dari negara lain. Ada banyak inovasi yang kami dorong, mulai dari sisi teknologi, alat masak, hingga mekanisme distribusi,” ungkapnya.

MBG: Solusi Terintegrasi Atasi Masalah Gizi

Ikeu menilai penyelenggaraan MBG merupakan langkah strategis dalam menyelesaikan permasalahan gizi secara terintegrasi, melalui satu pintu kebijakan. Hal ini untuk mencegah terjadinya intervensi ganda dan membuat program menjadi lebih efisien serta tepat sasaran.

“Program ini tidak bisa dijalankan oleh BGN sendiri. Harus ada sinergi lintas sektor: ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan pangan, hingga tokoh agama,” tegasnya.

Edukasi Gizi Jadi Pilar Utama

Selain distribusi makanan sehat, Ikeu juga menyoroti pentingnya meningkatkan literasi gizi masyarakat. Menurutnya, tanpa kesadaran gizi yang kuat, efektivitas program bisa menurun.

“Gizi adalah fondasi kesehatan. Tanpa gizi yang baik, kita sulit berkonsentrasi, mengelola emosi, atau menjalani aktivitas harian. Keluarga harus makan dengan menu beragam, aktif bergerak, dan menjaga berat badan ideal,” imbuhnya. (antara)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan