Ini Alasan Hasan Nasbi Mau Kembali Memimpin PCO
Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2)--Istimewa
BELITONGEKSPRES.COM - Hasan Nasbi kembali menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) setelah sebelumnya sempat mengajukan pengunduran diri. Alasan di balik keputusannya untuk kembali memimpin PCO adalah loyalitasnya kepada Presiden.
"Saya sangat loyal kepada Presiden. Begitu diperintah untuk melanjutkan, ya saya lanjutkan," kata Hasan di Kantor PCO, Jakarta, Selasa 6 Mei.
Hasan mengonfirmasi bahwa ia telah bertemu dengan Presiden, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), dan Sekretaris Kabinet (Seskab) dalam beberapa kesempatan, di mana ia diminta untuk kembali memimpin PCO.
Saat ditanya apakah pengunduran dirinya ditolak, Hasan memilih untuk tidak menjawab langsung, tetapi menegaskan bahwa ia menerima perintah untuk kembali menjalankan tugasnya. "Mungkin soal itu bisa ditanyakan ke Pak Mensesneg. Yang jelas, saya diperintahkan untuk melanjutkan," tambahnya.
BACA JUGA:Setelah Mundur, Hasan Nasbi Kembali Jabat Kepala PCO
BACA JUGA:Bupati Indramayu Lucky Hakim Mulai Magang di Kemendagri Jalani Sanksi Pembinaan
Hasan juga mengungkapkan bahwa perintah tersebut datang langsung dari Mensesneg dan Seskab, meskipun dalam percakapan dengan Presiden, ia juga membahas berbagai urusan negara.
Tentang arah komunikasi pemerintah ke depan, Hasan menekankan bahwa Presiden menginginkan adanya perbaikan. "Hal-hal yang belum berjalan dengan baik di masa lalu harus diperbaiki," katanya.
Mengomentari pengangkatan Prasetyo Hadi sebagai Juru Bicara Istana, Hasan menyatakan bahwa tidak ada konflik peran antara PCO dan posisi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan tetap bekerja sama, saling mendukung.
"Kami akan konsisten menjalankan tugas sesuai Perpres Nomor 82, yakni mengkomunikasikan informasi strategis terkait Hasta Cita, program-program terbaik yang cepat, dan program prioritas," jelas Hasan.
Hasan juga menegaskan bahwa meskipun sempat mengundurkan diri, hubungan dengan Istana tetap baik. Ia mengakui bahwa ada tantangan yang tidak bisa diatasi sendiri, namun kini ia mendapat dukungan penuh dari Mensesneg dan Seskab.
"Ini bukan soal marah atau ngambek, tapi lebih kepada loyalitas. Ketika diminta melanjutkan, saya patuh," pungkasnya. (jawapos)