Usai Mudik, Ini Bagian Mobil yang Wajib Dicek
Ilustrasi - Mekanik sedang memeriksakan kondisi pengereman kendaraan-Suzuki-ANTARA
BELITONGEKSPRES.COM - Pemeriksaan kendaraan setelah mudik menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan berkendara. Perjalanan jarak jauh hingga ratusan kilometer, apalagi dengan beban berlebih, berisiko mempercepat keausan sejumlah komponen utama kendaraan.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu menegaskan, perjalanan di atas 500 kilometer membuat tekanan pada kendaraan meningkat signifikan, terutama pada bagian ban, rem, dan kaki-kaki.
"Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting, fokus utama ada pada ban, rem, dan kaki-kaki karena tiga komponen ini yang paling menerima tekanan," kata dia saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu.
Pada bagian ban, pengendara diminta memastikan tekanan udara sesuai standar saat kondisi dingin.
Selain itu, kondisi fisik ban juga perlu dicek, termasuk adanya benjolan, retakan halus, atau keausan yang tidak merata yang berpotensi membahayakan keselamatan.
BACA JUGA:Mobil Listrik Vietnam Lebih Awet dari Bensin, Hasil Riset Ungkap Fakta Mengejutkan
BACA JUGA:Grup Toyota Pertahankan Posisi Teratas Penjualan Mobil Global 2025
Sistem pengereman juga harus diperiksa secara menyeluruh. Perubahan pada pedal rem seperti terasa lebih dalam, muncul bunyi, getaran, atau bau gosong menjadi tanda adanya masalah yang perlu segera ditangani.
"Jika mobil terasa bergetar, segera lakukan spooring dan balancing, dan jika ditemukan gejala serius seperti rem saat ditekan terasa agak dalam dan lembek bisa jadi ada kebocoran cairan, sebaiknya hentikan penggunaan dan langsung ke bengkel resmi," jelas Yannes.
Selain itu, komponen kaki-kaki seperti shock absorber, bushing, dan ball joint juga perlu diperhatikan karena rentan mengalami keausan akibat beban berat selama perjalanan mudik.
Beban kerja mesin dan transmisi yang meningkat selama perjalanan juga menjadi perhatian.
Pemeriksaan oli mesin, filter, serta sistem pendingin seperti coolant, radiator, dan kipas perlu dilakukan untuk mencegah panas berlebih, terutama setelah menghadapi kondisi lalu lintas padat.
Filter udara tidak boleh diabaikan karena penumpukan debu dapat memengaruhi performa mesin.
Sementara itu, pada kendaraan dengan transmisi otomatis, pengemudi perlu mewaspadai gejala perpindahan gigi yang terasa lambat atau menghentak sebagai indikasi adanya gangguan.