Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Banyak yang Salah, Ini Cara Menggunakan Paylater agar Tidak Terjebak Utang

Ilustrasi - Paylater bisa membantu jika digunakan dengan benar, pemeriksaan tagihan bulanan diperlukan sebagai bagian dari pengelolaan keuangan yang bijak-8photo-frepik

BELITONGEKSPRES.COM - Penggunaan layanan paylater semakin meningkat seiring kemudahan transaksi digital. Namun, banyak pengguna masih keliru memanfaatkannya sehingga berisiko terjebak utang akibat tagihan yang menumpuk dan denda keterlambatan. 

Memahami cara menggunakan paylater dengan benar menjadi penting agar fasilitas ini tidak justru membebani kondisi keuangan.

Proses persetuan yang mudan dan pembayaran yang cepat sering membuat paylater dianggap sebagai tambahan dana. Padahal, setiap transaksi tetap merupakan kewajiban yang harus dilunasi sesuai jatuh tempo. Tanpa pengelolaan yang disiplin, penggunaan paylater dapat mengganggu arus kas bulanan.

Paylater pada dasarnya merupakan fasilitas pembayaran tunda yang memungkinkan pengguna membeli barang atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya kemudian. Skema ini mirip dengan kartu kredit, tetapi dengan akses yang lebih mudah sehingga berisiko digunakan secara berlebihan jika tidak disertai perencanaan keuangan.

BACA JUGA:Hadapi Jerat Paylater: Solusi Menghindari Utang Menumpuk

BACA JUGA:Utang Paylater Masyarakat Meningkat, OJK Catat Tembus Rp22,9 Triliun per Juni 2025

Berikut beberapa cara untuk menggunakan paylater secara bijak agar tidak terjebak utang:

1. Pahami Paylater sebagai Utang, Bukan Tambahan Dana

Kesalahan paling umum adalah menggunakan paylater tanpa memperhitungkan kemampuan membayar. Setiap transaksi tetap menjadi kewajiban yang harus dilunasi sesuai jatuh tempo. Pastikan total cicilan tidak melebihi kemampuan finansial bulanan supaya kebutuhan utama tidak terganggu.

2. Gunakan untuk Kebutuhan Produktif atau Mendesak

Paylater sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan, seperti kebutuhan mendesak atau kebutuhan produktif. Penggunaan untuk belanja konsumtif berulang berpotensi mengakibatkan tagihan terus bertambah dan sulit dikendalikan.

3. Batasi Penggunaan Maksimal dari Penghasilan

Prinsip dasar pengelolaan utang adalah menjaga total cicilan tetap dalam batas aman. Banyak perencana keuangan menyarankan total kewajiban cicilan tidak lebih dari 30 persen dari penghasilan bulanan. Dengan batas ini, pengguna masih memiliki ruang untuk kebutuhan rutin dan tabungan.

BACA JUGA:Limit Rp20 Juta! Ini Cara Aktifkan Fitur Livin’ Paylater Terbaru 2025

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan