Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

IBC Nilai Baterai EV Berbasis Nikel Masih Prospektif di Pasar Global

Baterai mobil listrik--Google

BELITONGEKSPRES.COM - Pasar baterai kendaraan listrik berbasis nikel dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan yang kuat dan tetap menjanjikan di tengah perkembangan teknologi baterai global.

Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif menyampaikan bahwa baterai katoda berbasis nikel masih menjadi salah satu komponen utama dalam industri baterai kendaraan listrik. 

Menurutnya, saat ini pasar baterai EV terbagi ke dalam dua teknologi utama, yakni LFP atau litium besi fosfat serta NMC yang berbasis nikel mangan kobalt.

“Meskipun beberapa analis memproyeksikan pangsa pasar baterai EV berbasis nikel tertekan akibat meningkatnya penggunaan baterai berbasis litium, permintaan katoda NMC justru meningkat secara signifikan dari sisi volume,” ujar Aditya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin 2 Februari 2026.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi baterai ke depan tidak serta merta menghilangkan peran nikel. Salah satu teknologi yang diperkirakan akan memasuki tahap komersialisasi adalah sodium ion battery, yakni baterai yang menggantikan unsur litium dengan natrium untuk menekan biaya produksi. Namun demikian, nikel tetap menjadi salah satu kandidat utama untuk material katoda.

BACA JUGA:Pabrik Baterai EV PT CATIB di Karawang Ditargetkan Beroperasi pada Kuartal III 2026

BACA JUGA:Bahlil Targetkan Groundbreaking Proyek Baterai EV Huayou Semester I 2026

Selain itu, teknologi solid state battery juga diproyeksikan menjadi generasi berikutnya dari baterai kendaraan listrik. Dalam konsep ini, elektrolit cair digantikan dengan elektrolit padat, tetapi nikel masih berpotensi besar digunakan sebagai bahan utama katoda.

“Jadi, kami cukup optimistis bahwa nikel Indonesia akan tetap memiliki pasar global di masa depan,” kata Aditya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pembahasan bersama Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral, terkait daya saing baterai kendaraan listrik berbasis nikel di tengah meningkatnya dominasi baterai berbasis litium di pasar global. (beritasatu)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan