China Pamer Teknologi Masa Depan, Mesin Gravitasi 100 Kali Lebih Kuat dari Bumi
China Pamer Teknologi Masa Depan, Mesin CHIEF1900 dengan Gravitasi 100 Kali Lebih Kuat dari Bumi--(Foto: Shanghai Electric Nuclear Power Group)
BELITONGEKSPRES.COM - China kembali mengejutkan dunia teknologi dengan memamerkan mesin hipergravitasi bernama CHIEF1900.
Mesin raksasa ini mampu menciptakan gaya gravitasi hingga 100 kali lebih kuat dibanding gravitasi Bumi dan langsung memecahkan rekor dunia.
CHIEF1900 dirancang untuk mensimulasikan bencana ekstrem dan mempercepat riset fenomena alam yang selama ini sulit diteliti di laboratorium.
Dengan teknologi ini, proses alam yang biasanya berlangsung sangat lama dapat dipelajari dalam waktu singkat. Mesin tersebut merupakan sentrifugal hipergravitasi terbesar di dunia.
BACA JUGA:BMW Perkenalkan Asisten AI Berbasis Alexa+ di iX3 Generasi Kedua, Bisa Diajak Berdialog
CHIEF1900 dibangun oleh Shanghai Electric Nuclear Power Group dan resmi dikirim ke Universitas Zhejiang pada 22 Desember 2025.
Setelah terpasang penuh, fasilitas ini akan digunakan untuk merekonstruksi berbagai peristiwa berisiko tinggi.
Di antaranya kegagalan bendungan, gempa bumi, hingga simulasi tekanan ekstrem pada infrastruktur vital dalam kondisi laboratorium yang terkontrol.
CHIEF1900 memiliki kapasitas hingga 1.900 g-ton. Angka ini melampaui rekor global sebelumnya.
Sebagai perbandingan, sentrifugal riset terbesar milik Korps Insinyur Angkatan Darat Amerika Serikat hanya berada di kisaran 1.200 g-ton.
BACA JUGA:Daftar 5 Inovasi Teknologi Paling Keren di CES 2026 yang Bikin Melongo
Dengan kemampuan tersebut, para ilmuwan dapat menciptakan kondisi hipergravitasi. Ini adalah kondisi saat gaya gravitasi jauh melebihi gravitasi alami Bumi. Dalam situasi ini, berbagai proses fisik bisa dipercepat secara signifikan.
Fenomena yang biasanya membutuhkan waktu puluhan hingga ribuan tahun dapat dipadatkan menjadi eksperimen berdurasi singkat. Hal ini membuka peluang besar dalam penelitian geologi, teknik sipil, hingga ilmu material.
“Di bawah hipergravitasi, kami dapat mempercepat proses fisik dan memampatkan rentang waktu yang sangat panjang menjadi eksperimen yang bisa dikelola di laboratorium,” kata kepala ilmuwan CHIEF, Chen Yunmin, yang juga profesor di Universitas Zhejiang, dikutip dari South China Morning Post, Rabu (7/1/2026).