Sejumlah Negara Blokir DeepSeek, AI China Dinilai Berisiko Keamanan Data
Sejumlah Negara Blokir DeepSeek, AI China Dinilai Berisiko Keamanan Data--(freepik)
BELITONGEKSPRES.COM - Sejumlah negara ramai-ramai mengambil langkah tegas dengan memblokir DeepSeek, aplikasi kecerdasan buatan (AI) asal China.
Kebijakan ini diambil setelah muncul kekhawatiran serius terkait keamanan data, privasi pengguna, serta potensi risiko kebocoran informasi strategis ke luar negeri.
Startup AI yang mengklaim mampu menyaingi ChatGPT dengan biaya lebih murah ini justru menuai penolakan karena kebijakan privasi DeepSeek.
Pasalnya, data pribadi pengguna, termasuk perintah ke sistem AI dan file yang diunggah, disimpan di server yang berada di China.
BACA JUGA:Hadapi Persaingan Ketat, BMW Pangkas Harga Puluhan Model Mobil di China
Fakta tersebut memicu kekhawatiran banyak negara terkait potensi kebocoran data, pengawasan, hingga akses oleh otoritas China.
Sejumlah negara memilih langkah tegas. Ada yang melarang penggunaan DeepSeek di lingkungan pemerintahan, ada pula yang meminta aplikasi ini dihapus dari toko aplikasi Apple dan Google.
Di Amerika Serikat, DeepSeek bahkan masuk dalam sorotan serius karena diduga berpotensi membantu kepentingan militer China.
Berikut sikap dan kebijakan sejumlah negara terhadap DeepSeek, Aplikasi AI buatan China, dikutip dari Reuters, Rabu (7/1/2026).
1. Australia
Pemerintah Australia melarang penggunaan DeepSeek pada seluruh perangkat pemerintah sejak awal Februari.
Larangan ini diterapkan karena dinilai menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional dan perlindungan data.
BACA JUGA:Pabrikan Jepang Mulai Terdesak, Motor Sport 4 Silinder China Naik Kelas
2. Republik Ceko